Home / Kota Ambon

Senin, 11 Mei 2026 - 09:59 WIB

Wali Kota Ambon : Penanganan Sampah Butuh Kolaborasi Semua Pihak

AMBON, PT- Bodewin Wattimena menegaskan bahwa persoalan sampah di Ambon tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak.

Hal tersebut disampaikan Wattimena dalam kegiatan Ecolife Kolaborasi dan peresmian TPS ECOLIFE “Merdeka dari Sampah” yang berlangsung di Pattimura Park, Senin (11/5).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Maluku yang dipimpin Kepala Wilayah M. Erwin Setia Negara dengan tema “Merdeka dari Sampah” guna mewujudkan Ambon yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Menurut Wattimena, gerakan tersebut sejalan dengan program nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia untuk menciptakan Indonesia yang asri, aman, sehat, bersih, dan indah melalui pengelolaan lingkungan secara komprehensif.

“Secara lokal, Pemerintah Kota Ambon juga mencanangkan gerakan tambahan yang kami sebut Ambon Bersih, Hijau dan Nyaman. Tujuannya bukan hanya mewujudkan Ambon bersih, tetapi juga mendukung program pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga  KAJATI MALUKU TANDATANGANI PERJANJIAN KERJA SAMA PERSIDANGAN ELEKTRONIK BERSAMA PENGADILAN TINGGI AMBON DAN KANWIL DITJEN PEMASYARAKATAN MALUKU

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Ambon terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah. Upaya tersebut meliputi penyediaan sarana dan prasarana, penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola sampah, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak. Apa yang dilakukan hari ini merupakan wujud nyata kerja kolaborasi untuk mencapai satu tujuan, yakni Ambon harus bersih,” katanya.

Wattimena mengakui persoalan sampah menjadi tantangan hampir di semua daerah, termasuk kota-kota maju yang telah memiliki sistem pengelolaan modern. Namun, Ambon pernah memiliki catatan baik dalam pengelolaan sampah melalui Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang mengantarkan kota ini meraih Piala Adipura beberapa kali.

Baca Juga  Lekransy Dorong CCTV AI dan Pengawasan Terpadu Cegah Aksi Bunuh Diri di JMP

“Ketika fasilitas itu mengalami kerusakan, persoalan sampah kembali muncul. Karena itu sekarang kita mulai lagi membangun sistem pengelolaan yang lebih baik,” jelasnya.

Ia menilai keberadaan TPS ECOLIFE menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis sumber yang perlu dikembangkan di seluruh desa dan kelurahan di Kota Ambon.

“Kalau TPS seperti ini bisa dibangun di banyak tempat, maka kita dapat mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya. Ini langkah kecil, tetapi penting untuk melahirkan perubahan besar,” ungkapnya.

Wali Kota Ambon juga menyampaikan apresiasi kepada PNM, Jasa Raharja, Bank Sampah Bumi Lestari, serta seluruh pihak yang telah mendukung upaya pengelolaan sampah di Kota Ambon.

“Melalui kerja bersama dan kolaborasi seperti ini, kita berharap pengelolaan sampah di Kota Ambon semakin baik, semakin modern, dan Ambon menjadi kota yang bersih,” tandasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Perayaan Tri Suci Waisak 2026, Wakil Walikota Ambon: Terus Perkuat Persaudaraan dalam Semangat Toleransi Beragama

Kota Ambon

Dianggap Provokatif dan Menyudutkan Walikota, Pemkot Akan LP Korlap Seruan Aksi 

Kota Ambon

Latupati Ambon: Suara Adat Tak Selalu di Mikrofon, Perjuangan Harus Berbuah Perlindungan

Kota Ambon

Nasib 77 Pegawai Honorer Pemkot Ambon Masih Menggantung, BKPSDM Tunggu Jawaban Menpan-RB

Kota Ambon

Panas Pela Rutong-Rumakay: Pelestarian Budaya dan Potensi Wisata Kota Ambon

Kota Ambon

Lekransy Jelaskan Implementasi CCTV Berbasis AI di Kota Ambon

Economy

Laporkan LKPM Triwulan III 2025, Pemkot Himbau Pelaku Usaha

Kota Ambon

Panitia Persidangan Jemaat ke-33 GPM Sion Galang Dana Lewat Aksi Jual Sampah Plastik