Ambon, PT- Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Haramain Billady, menyampaikan bahwa inklusi keuangan menjadi target nasional dalam jangka panjang.
Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 98 persen.
“Inklusi keuangan penting agar masyarakat memahami dan menggunakan produk keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya, Selasa (14/4/2026).
Dalam rapat tersebut, dipaparkan empat program utama TPKAD Kota Ambon tahun 2026, yaitu: Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Akses dan Pemanfaatan Pasar Modal Perlindungan Jaminan Sosial melalui program “Beta” Penguatan UMKM melalui Asuransi Kredit (KUR).
Selain itu, akan dilakukan pengembangan inklusi keuangan melalui: Digitalisasi pembayaran UMKM Perluasan agen keuangan (Laku Pandai) Sinergi dengan sektor ekonomi kreatif dan perikanan.
OJK juga tengah menyusun modul literasi keuangan untuk tingkat SMP, guna meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap produk dan layanan keuangan.
Program ini akan dikombinasikan dengan kampanye nasional seperti Satu Rekening Satu Pelajar yang rutin dilakukan setiap tahun.
Kolaborasi Jadi Kunci Sukses Baik pemerintah daerah maupun OJK sepakat bahwa keberhasilan peningkatan inklusi keuangan tidak bisa dilakukan sendiri.
Diperlukan kerja sama antara: Pemerintah daerah DPRD Lembaga jasa keuangan Pelaku UMKM Masyarakat Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan Kota Ambon tidak hanya mencapai target inklusi keuangan, tetapi juga mampu meraih penghargaan tingkat nasional. (PT)










