Ambon, PT- Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perhubungan bersama PT ASDP Indonesia Ferry terus mematangkan persiapan angkutan Lebaran 2026. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengoperasian kapal selama 24 jam di lintasan Hunimua–Waipirit untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Semy Huwae, mengatakan bahwa kesiapan angkutan Lebaran ditandai dengan peresmian fasilitas prigi di KM Rokatenda serta penguatan posko pelayanan bagi pengguna jasa transportasi.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan kemajuan dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat yang menggunakan transportasi laut selama periode mudik Lebaran.
“Ini merupakan kemajuan dari ASDP dan juga kebanggaan bagi kami semua. Program ini bertujuan menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat pengguna jasa transportasi,” ujar Huwae, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Maluku juga menaruh perhatian besar terhadap optimalisasi posko angkutan Lebaran, khususnya di lokasi dengan tingkat lalu lintas penumpang yang padat.
Pesan Gubernur Maluku, kata Huwae, adalah agar setiap posko yang dibangun dapat dimaksimalkan fungsinya untuk melayani masyarakat secara optimal.
“Semua fasilitas yang sudah disiapkan diharapkan dapat dijaga dan dirawat dengan baik agar memiliki umur pemanfaatan yang panjang bagi masyarakat Maluku,” katanya.
Selain itu, Dishub Maluku bersama ASDP juga membawa kabar gembira bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan. Berdasarkan hasil analisis situasi bersama pihak terkait, ASDP akan mulai mengoperasikan kapal selama 24 jam di lintasan Hunimua–Waipirit pada 17 hingga 18 April 2026.
Untuk pertama kalinya dalam lintasan tersebut, kapal KMP Terubuk akan melayani penyeberangan selama satu kali 24 jam penuh.
“Kebijakan ini diambil untuk memastikan tidak ada keluhan dari masyarakat, terutama terkait penumpang yang membludak saat arus mudik,” jelas Huwae.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ambon Syamsuddin Tanasy menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kesiapan operasional kapal selama periode angkutan Lebaran.
ASDP akan mempertahankan pola operasi lima kapal aktif dari total enam kapal yang tersedia di lintasan tersebut.
“Skema lima kapal tetap kami jalankan. Jika satu kapal tidak beroperasi, maka masih ada lima kapal yang melayani penyeberangan,” ujarnya.
Dengan skema tersebut, kapal akan bersandar di dermaga dengan interval sekitar satu jam sehingga penumpang tidak perlu menunggu lama untuk menyeberang.
Pada periode Lebaran nanti, ASDP juga merencanakan sekitar 17 trip penyeberangan yang ditambah dengan layanan kapal 24 jam pada tanggal 17 dan 18 April.
ASDP memprediksi terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan sekitar 4 hingga 5 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik serta mengurangi kepadatan penumpang di pelabuhan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Maluku. (PT)









