Home / Kota Ambon

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:44 WIB

Imlek: Simbol Keharmonisan dan Kebajikan di Ambon

oplus_0

oplus_0

Ambon, PT- Perayaan Tahun Baru Imlek kembali menjadi momentum penting dalam mempererat keharmonisan masyarakat majemuk di Kota Ambon.

Ketua Pengurus Daerah Permabudhi Provinsi Maluku, Alin Tjoa menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan budaya, tetapi sarat makna spiritual, harapan baru, serta ajaran kebajikan yang selaras dengan nilai-nilai Buddhisme, Selasa (17/2/2026).

Menurut Alin, Imlek atau Chun Jie dikenal sebagai Festival Musim Semi yang telah dirayakan lebih dari 4.000 tahun oleh masyarakat Tionghoa. Musim semi melambangkan kebangkitan, harapan baru, serta keberhasilan manusia melewati masa-masa sulit.

Hal ini tercermin dari berbagai simbol Imlek seperti lampion dan ornamen merah yang melambangkan kebahagiaan, kegembiraan, serta cahaya penerang kehidupan.

“Bagi umat Buddha keturunan Tionghoa, Imlek dimaknai dengan memperbanyak kebajikan. Kami berbagi dengan masyarakat, melakukan pelepasan satwa sebagai bentuk cinta kasih kepada semua makhluk, serta menjaga keseimbangan dengan alam,” ujar Alin.

Baca Juga  Tindaklanjuti Laporan Masyarakat, Dinsos Evakuasi ODGJ

Ia juga mengungkapkan upaya nyata Permabudhi Maluku dalam membantu masyarakat sekitar melalui penggalian sumber air bersih yang dilakukan selama lebih dari dua tahun. Jika debit air mencukupi, air tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar yang selama ini mengalami keterbatasan air bersih.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa kehadirannya dalam perayaan Imlek merupakan simbol komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam merawat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman.

“Kota Ambon adalah kota yang majemuk. Pemerintah harus adil dan hadir untuk seluruh warganya tanpa membedakan latar belakang agama dan budaya. Perayaan hari besar keagamaan adalah ruang untuk memperkuat rasa saling menghargai dan menjaga persatuan,” kata Bodewin.

Baca Juga  Pangdam Apresiasi GPM yang Hampir Satu Abad Jadi Mitra Strategis TNI

Ia menambahkan, Imlek menjadi refleksi untuk mengevaluasi perjalanan hidup di tahun sebelumnya, mensyukuri keberhasilan melewati masa sulit, serta menatap masa depan dengan harapan akan kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagiaan yang lebih baik.

Perayaan Imlek di Ambon pun menjadi bukti bahwa nilai budaya, ajaran agama, dan semangat persaudaraan dapat berjalan seiring dalam menciptakan kehidupan kota yang harmonis dan damai.

“Gong Xi Fa Cai, semoga kita semua senantiasa diberkahi kesehatan, kesejahteraan, dan terus mampu menebar kebajikan bagi sesama,” tutupnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Desa Hunut Wakili Kota Ambon dalam Lomba Keluarga Sehat Tangguh Bencana 2025

Kota Ambon

KAJATI AGOES SP, MENERIMA KUNJUNGAN KERJA DAN SILATURAHMI WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA

Kota Ambon

Wali Kota Paparkan Solusi Banjir Rob di Kota Ambon, Usulkan Pembangunan Kolam Retensi

Economy

Laporkan LKPM Triwulan III 2025, Pemkot Himbau Pelaku Usaha

Kota Ambon

Matahelemual :  Pj KPN Soya Hanya Memfasilitasi Proses Pemilihan Raja

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Minta Persoalan Pemalangan Puskesmas Hutumuri Diselesaikan Lewat Dialog

Kota Ambon

Disdik Ambon Resmi Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah

Kota Ambon

Purwantono: Tema HUT ke-79 RI “Nusantara Baru, Indonesia Maju” Sebagai Titik Awal untuk Masa Depan