AMBON, PT . General Manager PT ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) Indonesia Ferry Cabang Ambon, Sainudin Tanasy, mengatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan. Saat ini, PT ASDP Cabang Ambon mengelola 11 unit armada kapal ferry serta empat dermaga pelabuhan.
“Untuk pengelolaan dermaga, saat ini meliputi Dermaga Hunimua, Waipirit, Galala, dan Dermaga Pelabuhan Namlea,” ujar Sainudin Tanasy kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, selain pengelolaan dermaga, PT ASDP Cabang Ambon juga mengoperasikan delapan unit kapal ferry yang melayani lintasan pelayaran di wilayah Pulau Ambon, Seram, Buru, hingga Pulau Saparua dan Nalahia menuju Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.
Menurut Tanasy, ketersediaan prasarana dermaga maupun armada kapal ferry saat ini telah dikelola dengan baik. Pada tahun 2026, PT ASDP Cabang Ambon merencanakan pengembangan layanan melalui penambahan lintasan baru, yakni rute Tual–Larat–Wuloh serta Dobo–Lamere di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara.
“Untuk armada yang beroperasi, KMP Samandar melayani lintasan Dermaga Wai, Pulau Ambon menuju Waiputih hingga Masohi di Pulau Seram. Sementara KMP Layur melayani lintasan Wailei, Pulau Seram, Kabupaten Seram Bagian Barat menuju Nalahia, Pulau Saparua,” jelasnya.
Selain itu, KMP Rokatenda, Inaleka, Terubuk, dan Danaurana melayani lintasan Dermaga Hunimua, Liang, Pulau Ambon menuju Dermaga Waipirit, Pulau Seram, Kabupaten Seram Bagian Barat. Sedangkan KMP Wanath melayani lintasan Dermaga Galala, Kota Ambon menuju Dermaga Namlea, Pulau Buru.
Di wilayah Maluku Tenggara, terdapat tiga unit kapal yang beroperasi, di antaranya KMP Tanjung Madlahar yang melayani lintasan Tual–Elath–Tam–Banda Eli hingga Holat. “Lintasan di wilayah ini tergolong sangat padat,” ungkap Tanasy.
Ia juga menambahkan, KMP Temi melayani lintasan Tual–Fakfak–Kaimana–Loboh di Provinsi Papua Barat, serta dapat melayani lintasan ke Pelabuhan Larat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Sementara KMP Logler melayani lintasan Tual–Kuur–Kesui di Pulau Seram, Kabupaten Seram Bagian Timur, serta lintasan Tual–Dobo. Kapal ini juga melayani rute Dobo–Marloly, Dobo–Benjina, dan Dobo–Sorwatu.
Lebih lanjut, Tanasy mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun rencana pengembangan untuk membuka lintasan Ambon–Sorong dan Ambon–Ternate. Namun, realisasi pembukaan lintasan tersebut masih bergantung pada ketersediaan armada kapal.
“Apakah nanti dibuka lintasan Ambon–Sorong atau Ambon–Ternate, semuanya tergantung pada kesiapan dan jumlah armada yang tersedia,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kendala pelayanan sepanjang tahun 2025, Tanasy menegaskan bahwa tidak terdapat hambatan berarti. Seluruh pelayanan penyeberangan berjalan aman, lancar, dan terkendali.
“Pelayanan harus benar-benar menyentuh masyarakat agar masyarakat merasa puas dengan kinerja dan sistem pelayanan yang diterapkan PT ASDP Cabang Ambon,” pungkasnya. (PT)










