Home / Kota Ambon / Pendidikan

Rabu, 26 November 2025 - 22:14 WIB

SMPN 13 Ambon Gelar Pagelaran Seni dan Budaya, Wujud Apresiasi atas Prestasi Siswa

Ambon, PT-  Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Ambon menggelar Pagelaran Seni Tari dan Budaya sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi para peserta didik yang mengantarkan sekolah ini meraih BOS Kinerja Prestasi Tahun 2025.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 13 Ambon, Yandiana Tresia Plating, Rabu (25/11/2015).

Ia menyampaikan, pagelaran seni ini merupakan bentuk timbal balik atas dedikasi dan capaian siswa selama beberapa tahun terakhir.

“Ini sebagai ucapan terima kasih kepada pemerintah atas BOS Kinerja Prestasi. Talenta anak-anak kami tampilkan malam ini untuk menyatukan budaya Nusantara. Walaupun berbeda-beda, tujuan kami satu, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan di SMPN 13 Ambon,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolda Maluku Terima Kunjungan Kepala Perwakilan BI Maluku, Bahas Sinergi Stabilitas Ekonomi dan Keamanan

Menurutnya, sejak dirinya memimpin sekolah pada tahun 2020 hingga 2023, prestasi siswa terus meningkat. Bahkan, beberapa kegiatan sebelumnya juga mendapat dukungan penuh dari orang tua maupun pihak universitas.

Pada tahun ini, SMPN 13 Ambon menerima BOS Kinerja Prestasi sebesar Rp 50.750.000, sementara anggaran khusus pagelaran seni mencapai Rp 14.250.000.

“Acara ini sebagian besar dibantu oleh orang tua siswa. Dukungan mereka luar biasa. Kami di sekolah hanya menjadi jembatan untuk melayani prestasi anak-anak berdasarkan talenta mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, F. Tasso, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan para siswa.

Baca Juga  Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, TP- PKK Kota Ambon Gelar Rapat Koordinasi 

“Penampilan mereka sangat bagus. Kostum menarik, gerakannya kompak, dan mereka benar-benar menjiwai setiap tarian. Pagelaran budaya seperti ini memberi warisan nilai yang baik bagi generasi muda,” kata Tasso.

Ia juga mengutip hasil penelitian dari Universitas Pranata Semarang yang menunjukkan bahwa banyak anak Ambon mulai melupakan nilai-nilai pranata adat. Karena itu, pagelaran seperti ini dinilai sangat penting untuk membangkitkan kembali identitas budaya.

Tasso menegaskan,  kegiatan seni dan budaya di sekolah memiliki peran strategis dalam membangun toleransi, menghargai keberagaman, dan memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Kebersamaan dan pengapresiasian perbedaan harus menjadi modal sosial bagi generasi saat ini,” pungkasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Gubernur Pastikan Pengembangan Blok Abadi Masela Berjalan Cepat dan Inklusif

Kota Ambon

Disdik Ambon Resmi Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah

DPRD Kota Ambon

DPRD Ambon Rampungkan Uji Publik Ranperda Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat

Economy

OJK Maluku – Pemkot Ambon Gelar Festival Kreasi Inklusi Maluku 2025

Kota Ambon

Kapolda Maluku Pimpin Sertijab Kapolresta Ambon

Kota Ambon

Serah Terima BSPS 2025 di Hative Kecil, Walikota Soroti Masalah RTLH dan Relokasi Eks Pengungsi

Kota Ambon

Mahasiswa KKN UKIM Didorong Jadi Agen Perubahan di Kota Ambon

Kota Ambon

DLHP Kota Ambon Tanam Anakan Pohon Gadihu untuk Penghijauan Kota