Home / Economy

Selasa, 25 November 2025 - 19:35 WIB

BI Maluku Dorong Produksi Pangan Lokal dan Percepatan Digitalisasi Jelang Nataru

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT- Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Muhammad Latif, menegaskan komitmen BI untuk memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat digitalisasi transaksi di seluruh daerah di Maluku.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) kabupaten/kota dan provinsi, Selasa (25/11/2025) di Swissbell Hotel Ambon

Menurut Latif, Maluku masih menghadapi tantangan besar dalam ketergantungan pangan.

“Secara neraca pangan, Maluku masih banyak didatangkan dari luar. Dengan Gerakan JNPIP, BI bersama pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota berupaya mendorong masyarakat memproduksi pangan sendiri,” jelasnya.

Dalam rangka mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menuju produktif, BI akan menggelar Gerakan Serentak Menanam Cabe pada 2 Desember mendatang.

Baca Juga  Dorong Transportasi Publik yang Berkeselamatan, Jasa Raharja Lakukan Kunjungan Kerja 

“Kami ingin mengubah mindset masyarakat Maluku agar mulai memanfaatkan halaman rumah, sekolah, dan kantor untuk memproduksi kebutuhan pangan,” ujar Latif.

Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), BI mengumpulkan seluruh anggota TPID dan TP2DD untuk menyusun strategi pengendalian inflasi serta perluasan digitalisasi transaksi.

“Kami datangkan pembicara dari Kemendagri dan Kemenko Perekonomian agar strategi pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah semakin kuat,” tambahnya.

Latif mengungkapkan bahwa masih terdapat empat kabupaten/kota di Maluku yang belum mencapai kategori Pemda Digital. BI mendorong daerah-daerah ini untuk segera naik kelas melalui peningkatan indeks elektronifikasi transaksi.

Tantangan utama digitalisasi ialah keterbatasan infrastruktur dan kesiapan teknologi. Selain itu, BI juga menyoroti masih adanya pekerjaan rumah di BPD Maluku–Maluku Utara dalam penyediaan fasilitas transaksi elektronik.

Baca Juga  Jasa Raharja Kantor Wilayah Maluku Mengadakan Doa Bersama Lintas Sektoral Dalam Rangka Pengamanan PAM Lebaran 1446H Tahun 2025

“Kami mendorong Pemda bekerja sama dengan BPD Maluku menyediakan kanal pembayaran digital, termasuk QRIS,” tegasnya.

Untuk meningkatkan transaksi digital, BI terus mendorong perbankan di Maluku agar memperluas layanan kepada UMKM dan menarik pengguna baru.

“Nilai transaksi, baik dari sisi volume maupun nominal, harus meningkat. Karena itu kami terus menekan perbankan agar proaktif mencari UMKM baru,” ucap Latif.

Kehadiran seluruh utusan TPID dan TP2DD dari berbagai pulau di Maluku menunjukkan keseriusan bersama dalam menjaga stabilitas inflasi.

“Komunikasi yang efektif adalah kunci. Karena itu kami kumpulkan semua agar bisa berdiskusi langsung dan mempercepat koordinasi,” tutup Latif. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Menjelang Lebaran, Pertamina Patra Niaga Bersama Instansi Lintas Sektoral Cek Ketersediaan Layanan BBM di Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur

Economy

Masyarakat Desa Jerusu Gunakan Starlink Sebagai Alternatif Untuk Akses Internet

Economy

Hotel Santika Premiere Ambon Hadirkan “Ambon Beyond 451” dalam Sajian dan Pengalaman September 2026

Economy

BPPRD Kota Ambon Targetkan Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Pajak Tahun 2025

Economy

PESTA GOOOLL! HADIRKAN KESERUAN NONTON BARENG PESTA BOLA DUNIA 2026 DI HOTEL SANTIKA PREMIERE AMBON

Economy

TJSL 2026: Bandara Pattimura Salurkan Bantuan Keagamaan Di Dusun Air Manis

DPRD Maluku

DPRD Maluku Dukung KUB Bank Maluku dan Bank DKI, Progres Capai 90 Persen

Economy

Harmoni Laut Ambon, Aksi Konservasi Bawah Laut Pertamina Patra Niaga