Ambon, PT- Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan bahwa persoalan genangan air yang kerap terjadi di Kota Ambon bukanlah banjir biasa, melainkan dampak dari fenomena pasang air laut yang menghambat aliran air ke laut.
Menurutnya, kondisi ini sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu, bahkan sejak era 1980-an. Saat itu, beberapa wilayah di Ambon sudah mengalami genangan saat hujan deras bertepatan dengan air laut pasang.
Ia menjelaskan, secara geografis Ambon merupakan wilayah ya pada p sebagian besar aliran airnya bermuara langsung ke laut. Ketika hujan deras mengguyur dengan debit air tin Loggi dan kondisi laut sedang pasang, maka air dari daratan tidak dapat mengalir keluar.
“Kalau air laut pasang, saluran pembuangan tertutup. Air hujan mau lari ke mana? Tidak bisa kembali ke laut karena tertahan air pasang. Harus menunggu air surut baru genangan bisa berkurang,” jelasnya kepada media saat konferensi pers terkait 17 Program Prioritas Walikota dan Wakil Walikota Ambon dalam satu tahun kepemimpinan, (Jumat, 20/2/2026).
Ia menegaska, kondisi tersebut lebih tepat disebut sebagai banjir rob, bukan banjir akibat luapan sungai semata.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Ambon telah berkoordinasi dengan Balai Jalan dan instansi terkait untuk merancang pembangunan kolam retensi sebagai solusi jangka panjang.
Kolam retensi dirancang sebagai tempat penampungan sementara air hujan saat terjadi hujan deras bersamaan dengan pasang laut. Sistem ini akan dilengkapi dengan: Pintu air untuk mengatur aliran, Saluran pengalihan air menuju kolam retensi, Sistem pompa untuk membuang air ke laut saat kondisi memungkinkan.
Konsepnya, ketika air laut pasang dan saluran menuju laut tertutup, air dari daratan dialihkan ke kolam retensi. Setelah itu, air akan dipompa keluar menuju laut.
Pemerintah Kota Ambon berkomitmen menangani persoalan genangan air secara bertahap dan terencana. Pembangunan kolam retensi diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengurangi risiko banjir rob akibat kombinasi hujan deras dan pasang air laut.
Dengan perencanaan matang dan dukungan anggaran, Pemkot Ambon optimistis permasalahan genangan yang selama ini terjadi dapat diminimalisir di masa mendatang. (PT)










