Jayapura, pusartimur.com- Telkomsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesiapan pelajar SMA dan sederajat di Papua dan Maluku menghadapi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025.
Melalui program tahunan Ilmupedia Tryout UTBK SNBT 2025, Telkomsel menyediakan wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal-soal UTBK SNBT secara gratis.
Arif Rahman Hakim, Manager Mobile GTM Operations Telkomsel Region Maluku dan Papua, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam meningkatkan kualitas generasi muda di wilayah tersebut.
“Para pelajar bisa mengikuti program ini tanpa biaya. Ini adalah bentuk peran Telkomsel sebagai katalisator kemajuan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan,” ujarnya.
Ilmupedia Tryout UTBK SNBT 2025 menyediakan soal-soal yang sesuai standar pemerintah. Selain tryout online, peserta juga dapat mengaktifkan Paket Ilmupedia 30 Hari hanya dengan Rp25.000 untuk mendapatkan keuntungan tambahan, seperti:
- Sesi diskusi soal untuk memperdalam pemahaman materi
- Akses gratis ke video pembelajaran dan kelas online Ilmupedia
- Sertifikat digital dan analisis hasil tryout
- Kesempatan meraih hadiah menarik berupa smartwatch, tablet Android, dan hadiah uang tunai dengan total puluhan juta rupiah
Pelajar SMA dan sederajat dapat mendaftar melalui situs resmi ilmupedia.co.id/utbk2025 mulai 1 hingga 28 Februari 2025. Pendaftaran dapat dilakukan menggunakan nomor Telkomsel, dan setelah mendaftar, peserta bisa langsung mengikuti tryout secara online.
Selain tryout online, Ilmupedia Tryout UTBK juga akan diadakan secara offline di beberapa sekolah di Papua dan Maluku, di antaranya:
- SMAN 1 Mimika
- SMAN 2 Kota Sorong
- SMAN 1 Biak
- SMAN 4 Kota Jayapura
- SMAN 3 Merauke
- SMAN 5 Ambon
Dengan adanya program ini, Telkomsel berharap para peserta dapat mengoptimalkan kemampuan mereka dan meningkatkan peluang masuk ke perguruan tinggi negeri yang diimpikan.
Telkomsel juga berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa di masa mendatang guna mendorong peningkatan kapasitas pelajar di Papua dan Maluku. (PT)