AMBON, PT – Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA menegaskan bahwa perubahan bentuk Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menjadi Universitas Kristen Negeri (UKN) Ambon akan segera dilanjutkan, setelah seluruh persyaratan pokok dinyatakan rampung.
“Kalau persyaratan pokoknya sudah diselesaikan, saya sendiri yang akan mengubah bentuknya. IAKN Ambon akan dikembangkan menjadi UKN Ambon,” ujar Menteri Agama kepada wartawan, usai memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon, Sabtu (16/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan Menteri Agama ke Ambon, yang juga diisi dengan penanaman anakan pohon cengkih di lingkungan Kampus UIN A.M. Sangadji Ambon.
Menurut Menteri, pekerjaan rumah ke depan adalah memastikan seluruh kriteria pokok yang ditetapkan pemerintah benar-benar terpenuhi. Penentuan bentuk perguruan tinggi, baik institut maupun universitas, harus dilakukan secara proporsional dan mempertimbangkan keunggulan masing-masing daerah.
“Setiap daerah punya kelebihan. Ambon dan Maluku memiliki ciri khas tersendiri. Kita lihat pengalaman peningkatan status UIN, prestasinya meningkat luar biasa,” jelasnya.
Kunjungan ke Banda
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga menceritakan kunjungannya ke Banda, Kabupaten Maluku Tengah, pada pagi hari sebelum tiba di Ambon.
“Hampir seratus persen bangunan historis di Banda sudah rampung. Di tempat lain biasanya hanya satu dua bangunan, tapi di Banda semuanya terlihat selesai,” ungkapnya.
Ia menilai Banda sebagai gudang sejarah nasional yang sangat unik dan perlu mendapat perhatian khusus pemerintah pusat.
“Di Banda ada jejak Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan Bung Cipto. Ini tokoh-tokoh nasional yang luar biasa,” ujarnya.
Menteri Agama juga mengapresiasi kerukunan umat beragama di Ambon dan Maluku secara umum. Ia menyebut toleransi antarumat beragama di daerah ini sangat kuat dan terpatri dalam kehidupan masyarakat.
“Saya melihat dan menyaksikan sendiri toleransi antaragama di Ambon sangat luar biasa. Kota Ambon layak dijadikan laboratorium kerukunan di Indonesia,” tegasnya.
Ia berharap semangat toleransi dan kerja sama antarumat beragama di Ambon terus ditingkatkan ke depan demi memperkuat persatuan dan kehidupan berbangsa. (**)










