Home / Economy

Sabtu, 7 September 2024 - 03:17 WIB

Pertamina Patra Niaga Gunakan AI  Percepat Verifikasi QR Code Pertalite

Jayapura, Pusartimur.com- Pertamina Patra Niaga telah menggunakan teknologi terkini yakni Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligent (AI) sebagai upaya mempercepat verifikasi data pendaftaran QR Code Pertalite. Tercatat, hingga (5/9/2024) sebanyak 4.315.290 nopol kendaraan telah terverifikasi QR Code.

“Dengan sistem AI ini, kecepatan verifikasi meningkat 3x lipat dibandingkan dengan sistem manual,” jelas Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari.

Heppy menjelaskan, data pendaftar yang telah masuk ke sistem akan diverifikasi oleh AI dan dicocokkan dengan data Korlantas. Namun, saat data yang diunggah oleh pendaftar tidak terbaca, maka AI tidak bisa memproses data tersebut, dan verifikasi dialihkan menjadi proses manual.

Data yang terkendala tersebut seperti foto yang diunggah pecah atau STNK pendaftar tertekuk saat difoto sehingga tidak terbaca sistem. Karena sistem tidak bisa membaca, maka verifikasi dialihkan secara manual.

“Jadi jika AI tidak bisa membaca data pendaftar, maka data pendaftar ini akan masuk ke sistem manual yang dilakukan oleh petugas verifikator,” ujarnya.

Baca Juga  Besok, Pemkot Gelar Pasar Murah Songsong Idul Fitri

Heppy mengatakan, verifikasi manual ini bisa dibilang semacam pengecekan ulang. Dia mengatakan, pendaftar yang lolos verifikasi akan mendapat notifikasi QR Code Subsidi Tepat melalui email yang didaftarkan saat registrasi.

Heppy menjelaskan, saat ini pihaknya memilki sekitar 140 verifikator untuk QR Code Pertalite ini. Diharapkan dengan banyaknya verifikator dan sistem AI ini, verifikasi bisa dipercepat dan masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan QR Code Pertalite.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah melakukan pendaftaran. Bagi yang masih menunggu QR Code, kami mohon bisa bersabar, upaya percepatan terus kami lakukan,” tutup Heppy.

Di tempat terpisah, Edi Mangun selaku Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengatakan pemanfaatan teknologi AI dinilai sebagai solusi dalam membantu penyelesaian masalah di lapangan terkait pendaftaran QR Code Pertalite.

“Dengan banyaknya komplain dari masyarakat tentang lamanya waktu mendapatkan QR Code, kami bergerak mencari solusi dalam meningkatkan layanan tersebut dengan menggunakan AI sebagai langkah otomasi pekerjaan di Pertamina,” ujarnya.

Baca Juga  Ditlantas Polda Maluku Dan Jasa Raharja Cabang Maluku Melakukan Forum Komunikasi Lalu Lintas

Menurut Edi, penggunaan AI sangat membantu Pertamina dalam menyalurkan BBM subsidi yang lebih tepat sasaran di Indonesia termasuk wilayah Papua Maluku.

“Tentu kami ingin BBM subsidi hanya untuk yang berhak mendapatkan, teknologi AI membantu kami mempercepat klasifikasi data mana yang dapat menerima QR Code dan mana yang tidak,” terang Edi.

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengajak konsumen Pertalite untuk segera mendaftarkan kendaraan roda empat yang dimiliki melalui laman https://subsiditepat.mypertamina.id dan juga aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan QR Code Pertalite. Jika mengalami kesulitan, dapat mengunjungi SPBU terdekat untuk dibantu pendaftaran.

Informasi lebih lanjut terkait program subsidi tepat Pertalite masyarakat dapat mengunjungi website https://subsiditepat.mypertamina.id dan menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135. (PT)

 

Share :

Baca Juga

Economy

Telkomsel Luncurkan PMDB 2025 di Unpatti

Economy

Perkuat Sinergi Percepatan Kredit UMKM, Komite IV DPD RI Kunker ke OJK Maluku

Economy

Sky-Bar Ambon Luncurkan 15 Menu Terbaru

Economy

PT Jasa Raharja Gelar Mudik Aman Sampai Tujuan 2025, Tak Hanya Gratis, tapi Juga Nyaman dan Berkeselamatan

Economy

Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkot Ambon Gelar Pasar Murah

Economy

Indosat Ooredoo Hutchison Buka Peluang Technopreneur Perempuan di Maluku Melalui SheHacks 2025

Economy

Branding Ambon City Of Music Terus Berlanjut

Economy

Sidak Lembaga Penyalur di Ambon, Pertamina Pastikan Penyaluran Mitan Berjalan Normal