Home / Economy / Kota Ambon

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Ambon dan BPOM Pastikan Takjil Bebas Boraks dan Formalin

oplus_0

oplus_0

Ambon, PT- Pemerintah Kota Ambon dalam memastikan masyarakat mengonsumsi pangan yang sehat dan bebas dari zat berbahaya. Bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan Ambon, pengawasan terhadap jajanan dan takjil di Kota Ambon dilakukan secara rutin dan masif.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyampaikan bahwa pengawasan ini bertujuan melindungi konsumen dari kandungan berbahaya seperti boraks, formalin, serta zat kimia berbahaya lainnya yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.

“Kita ingin memastikan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat tidak mengandung zat berbahaya seperti boraks dan formalin. Ini bagian dari perlindungan konsumen,” ujar Wattimena, Jumat (27/2/2026).

Dari hasil pengujian sementara, sekitar 135 sampel makanan yang telah diuji dinyatakan aman dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Baca Juga  Dikunjungi Pengurus OSIM MTs Negeri SBB BAZNAS Siap Berkolaborasi

Pemerintah Kota Ambon bersama BPOM masih akan menguji sekitar 30 sampel tambahan untuk memastikan seluruh produk yang beredar benar-benar layak konsumsi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Ambon sebagai kota yang aman dan nyaman, khususnya dalam hal keamanan pangan.

“Kita berharap semua yang dijual di Kota Ambon terjamin kualitas dan kesehatannya sehingga tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Ambon, Tamran Ismail menjelaskan bahwa hasil pengawasan selama satu minggu terakhir menunjukkan produk takjil yang dijual di Kota Ambon masih memenuhi syarat keamanan pangan.

“Untuk hari ini masih dalam proses pengujian, jadi belum bisa disampaikan hasilnya. Namun, selama satu minggu terakhir, hasilnya alhamdulillah memenuhi syarat. Produk takjil tidak mengandung bahan berbahaya,” jelasnya.

Baca Juga  Perkuat Sinergitas TIM Pembina SAMSAT Provinsi Maluku Menandatangani Komitmen Bersama Program Kerja 2025

Pengawasan telah dilakukan di sejumlah wilayah di Kota Ambon, termasuk kawasan Kebun Cengkeh, dan kini memasuki minggu kedua dengan intensitas pemeriksaan setiap hari secara rutin dan masif.

Kolaborasi antara BPOM dan Pemerintah Kota Ambon difokuskan pada titik-titik dengan jumlah pedagang yang tinggi.

Sinergi antara Pemerintah Kota Ambon dan BPOM menjadi langkah strategis dalam menjaga keamanan pangan, khususnya selama meningkatnya aktivitas penjualan takjil.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pedagang untuk tidak menggunakan bahan berbahaya serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam berbelanja dan mengonsumsi produk kuliner di Ambon.

Dengan pengawasan berkelanjutan, Ambon ditargetkan menjadi kota yang seluruh produk pangannya terjamin kualitas, keamanan, dan kesehatannya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Februari 2026, Inflasi Provinsi Maluku Melandai ke Level 0,58 Persen

Kota Ambon

SELVI GIBRAN RAKABUMING LANTIK MAYA BABY RAMPEN LEWERISSA JADI KETUA DEKRANASDA PROVINSI MALUKU 2025-2030

Economy

Jasa Raharja Dampingi UMKM Binaan di Ajang INACRAFT 2025, Dukung Promosi Hingga Pasar Global

Kota Ambon

Pemkot Gelar Bimtek Pencegahan Kekerasan di Sekolah

Economy

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 Resmi Dilepas di Ambon: BI Maluku Siapkan Rp 5 Miliar untuk Wilayah 3T

Kota Ambon

Dukung Perayaan Nataru, PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandar Udara Pattimura – Ambon Bersama Para Stakeholders menggelar Posko Monitoring Angkutan Udara

Economy

OJK DUKUNG PELUNCURAN BPI DANANTARA

Economy

Maknai Hari Keselamatan Transportasi Tahun 2025 Jasa Raharja ajak seluruh pihak ambil Peran Tingkatkan Kesadaran Berkeselamatan