Home / Economy

Selasa, 9 September 2025 - 11:24 WIB

OJK DAN GEREJA PROTESTAN MALUKU GELAR TOT PENGGERAK DUTA LITERASI KEUANGAN

Ambon, PT – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat sesuai amanat Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025.

Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui sinergi dengan Gereja Protestan Maluku (GPM) dalam penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Penggerak Duta Literasi Keuangan bagi Pendeta.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-90 GPM ini berlangsung
tatap muka di Ballroom Lantai 5 Kantor OJK Maluku dan diikuti sekitar 70 pendeta
dari berbagai klasis di Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Para peserta dibekali
pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sederhana serta cara melindungi jemaat dari praktik keuangan tanpa izin dan penawaran investasi ilegal.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, menegaskan pentingnya peran pemuka agama Kristen dalam mendukung edukasi keuangan masyarakat.

“Pendeta berperan strategis membimbing jemaat agar bijak mengelola keuangan
dan terhindar dari aktivitas keuangan yang merugikan,” ujarnya.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Luncurkan Minyak Atsiri Duskar Wangi BPOM

Lebih lanjut, Andi mengajak para pendeta untuk bergabung dalam program OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) serta menyampaikan informasi tentang Indonesia Anti-Scam Center (IASC), pusat layanan terpadu yang dibentuk OJK bersama Satgas PASTI untuk menerima laporan dan mempercepat penanganan penipuan di sektor jasa keuangan. Ia menegaskan, jemaat diharapkan segera melapor ke IASC melalui portal iasc.ojk.go.id atau layanan konsumen OJK 157 bila menemukan atau menjadi korban penipuan.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga mengingatkan pentingnya prinsip “2L”
(Legal dan Logis) sebagai panduan aman berinvestasi, yakni memastikan produk
keuangan memiliki izin resmi OJK (legal) dan menawarkan imbal hasil yang wajar (logis). Dengan prinsip ini, jemaat diharapkan lebih bijak dan terlindungi dari investasi ilegal.

Sinergi ini sejalan dengan pencapaian nasional. Survei OJK menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46% pada 2025, meningkat dibandingkan 65,43% pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan komitmen OJK dalam memperluas pemahaman keuangan masyarakat, termasuk melalui jalur komunitas keagamaan.
Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. Elifas Tomix Maspaitella, menyampaikan apresiasi
atas kerja sama ini.

Baca Juga  Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka: Tinjau Uji Coba MBG di SD Hative Besar

“Kolaborasi OJK Maluku dan Sinode GPM sangat bermanfaat bagi jemaat untuk memahami pengelolaan keuangan sekaligus mencegah keterlibatan dalam aktivitas keuangan ilegal. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut secara konsisten,” katanya.
Kegiatan ToT menghadirkan narasumber dari OJK, Sinode GPM, serta Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). Materi disampaikan dengan pendekatan praktis, mulai dari pengelolaan keuangan keluarga, mengenali ciri penawaran investasi ilegal, hingga perlindungan konsumen sektor jasa keuangan.

Melalui kegiatan ini, OJK Maluku dan GPM berharap para pendeta dapat menjadi
penggerak literasi keuangan di jemaat masing-masing, sehingga masyarakat
Maluku semakin cerdas finansial, waspada, dan mandiri secara ekonomi. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Tingkatkan Pelayanan, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Gandeng Pemerintah Lakukan Pengecekan di SPBU Sentani

Economy

OJK – HIPMI Dorong Pertumbuhan Usaha Berkelanjutan di Daerah 

Economy

Dorong Literasi Investasi Emas Digital, Pegadaian Area Ambon Gelar Media Gathering

Economy

Jasa Raharja: Iuran Wajib untuk Transportasi Darat yang Berkeselamatan

Economy

Jasa Raharja Adakan Pembinaan Operasional di Kanwil Kepulauan Riau, Dorong Peningkatan Layanan Nyata bagi Masyarakat

Economy

Perkembangan ITSK dan Aset Keuangan Digital di Indonesia Selama 2024

Economy

Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Berbagi Keberkahan Iduladha dan Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

Economy

Tegas Berantas Oknum Nakal, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Blokir 1.967 Kendaraan Salah Gunakan BBM Subsidi