Ambon, PT – Nama Noa Johanna Christina Cornelia Leatomu kini semakin dikenal publik sepak bola nasional. Pemain berdarah Ambon, Maluku itu menjadi salah satu talenta diaspora yang memperkuat Timnas Putri Indonesia di level internasional.
Lahir di Roermond, Belanda pada 7 November 2003, Noa Leatomu memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ayah yang berasal dari Kariu, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Marga Leatomu sendiri dikenal sebagai salah satu fam besar di Maluku.
Karier Sepak Bola Noa Leatomu
Dalam karier profesionalnya, Noa Leatomu dikenal sebagai pemain serba bisa karena mampu bermain sebagai bek sayap maupun penyerang sayap. Kecepatan, kemampuan menyerang dari sisi lapangan, serta disiplin bertahan menjadi kelebihan utama pemain muda tersebut.
Saat ini, Noa tercatat membela klub Belanda, VC Moldavo sejak tahun 2026. Sebelum bergabung bersama VC Moldavo, ia pernah memperkuat sejumlah klub Eropa lainnya seperti KRC Genk, Jong Fortuna Sittard hingga klub Jerman, Alemannia Aachen.
Pengalaman bermain di kompetisi Eropa membuat kualitas permainan Noa berkembang pesat dan menjadi salah satu aset penting bagi skuad Garuda Pertiwi.
Resmi Jadi WNI dan Bela Timnas Putri Indonesia
Noa Leatomu resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI) pada November 2024. Ia menjalani proses naturalisasi bersama pemain diaspora lainnya, Estella Loupatty.
Setelah resmi menjadi WNI, Noa langsung mendapat kesempatan memperkuat Tim Nasional Putri Indonesia dan menjalani debut internasionalnya pada tahun 2024.
Kehadiran pemain keturunan Maluku tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan Timnas Putri Indonesia di berbagai ajang internasional mendatang.
Pendidikan Tinggi di Belanda
Tak hanya berprestasi di dunia sepak bola, Noa juga dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Ia merupakan lulusan bidang Biomedical Sciences atau Ilmu Biomedis dari universitas ternama di Belanda, yakni Utrecht University atau Maastricht University.
Perjalanan Noa Leatomu menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya anak-anak Maluku, bahwa pendidikan dan olahraga dapat berjalan beriringan untuk meraih masa depan yang lebih baik. (PT)










