AMBON, PT – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang kontak saat melaut di Perairan Pulau Ujir, Kabupaten Kepulauan Aru, resmi ditutup setelah korban berhasil kembali dengan selamat.
Korban diketahui bernama Amrul (30) yang berangkat mencari ikan menggunakan long boat pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIT. Namun hingga keesokan harinya korban belum kembali sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon.
Laporan diterima dari Ahmad (67) pada Sabtu (27/6/2026) pukul 11.58 WIT. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas bersama unsur SAR gabungan langsung melaksanakan operasi pencarian di sekitar Perairan Pulau Ujir.
Memasuki hari kedua operasi, Minggu (28/6/2026), Tim SAR Gabungan mulai bergerak pukul 07.20 WIT. Sebanyak dua Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan menyisir lokasi pencarian menggunakan RIB USS Kepulauan Aru dan long boat.
Sekitar pukul 11.30 WIT, tim memperoleh informasi dari masyarakat Desa Ujir bahwa korban telah kembali ke desa pada Sabtu malam sekitar pukul 21.30 WIT dalam keadaan selamat.
Korban diketahui sempat kehilangan arah akibat cuaca berkabut. Selain itu, korban tidak membawa kompas maupun alat komunikasi sehingga tidak dapat menghubungi keluarga maupun pihak lain selama berada di laut.
Setelah memastikan kondisi korban selamat, Tim SAR Gabungan kembali ke Pelabuhan Dobo pada pukul 12.40 WIT. Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue USS Kepulauan Aru, personel TNI AL Kepulauan Aru, serta masyarakat setempat. Pencarian didukung satu unit RIB USS Kepulauan Aru, dua unit long boat, dan peralatan SAR pendukung lainnya.
Selama operasi berlangsung, kendala utama yang dihadapi adalah terbatasnya jaringan komunikasi di lokasi pencarian. Sementara kondisi cuaca dilaporkan berawan, dengan angin bertiup dari tenggara berkecepatan 14–24 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Basarnas mengimbau para nelayan agar selalu melengkapi diri dengan alat komunikasi, kompas atau perangkat navigasi, serta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut guna meminimalisasi risiko kecelakaan di laut. (PT)









