Makassar, PT – Dalam semarak Oktoberkreasi 2025 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Molucass Movement Generation (MMG) resmi meluncurkan program bertajuk BERSAMA (Bermusik Bangun Ekonomi Rakyat) pada Senin, 6 Oktober 2025 di kawasan kuliner legendaris Pisang Epe, Jalan Lamadukelleng, Makassar.
Program ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara MMG, para musisi jalanan Losari, dan pelaku UMKM kuliner Pisang Epe, untuk mendorong kebangkitan ekonomi rakyat berbasis kreativitas dan kolaborasi.
Ketua Harian DPP MMG Roland Nanlohy menjelaskan bahwa program BERSAMA diinisiasi untuk mendukung para pelaku ekonomi kreatif di Kota Makassar.
“Kami tidak menyebut mereka pengamen, tetapi musisi jalanan. Mereka memanfaatkan talenta dan kemampuan bermusik sebagai sumber rezeki dan lapangan pekerjaan. Sebagai pemuda berketurunan Maluku yang identik dengan musik, kami memilih untuk memulai dari musik,” ujar Roland.
Ia menambahkan, hiburan rakyat yang digelar di titik kuliner Pisang Epe ini diharapkan dapat menghidupkan kembali suasana ekonomi malam Makassar, dengan sinergi antara musik dan kuliner lokal.
Ketua Umum DPP MMG Vikri Banjar, ST., M.Si. menambahkan, selain hiburan musik, program BERSAMA juga menghadirkan layanan gratis bagi masyarakat Kota Makassar.
Layanan tersebut diberikan oleh anggota MMG yang ahli di bidangnya, mencakup:
Klinik Keuangan: solusi kredit macet, pinjaman online, investasi ilegal, dan riwayat kredit bermasalah.
Klinik UMKM: informasi tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR), strategi naik kelas, hingga pengembangan bisnis kreatif.
Klinik Pendidikan: konsultasi skripsi, penelitian, serta branding lembaga pendidikan dari SD hingga SMA menuju Indonesia Emas 2045.
Semua layanan ini akan hadir selama bulan Oktober 2025, dengan lokasi bergiliran di berbagai titik UMKM di Kota Makassar.
Inisiator komunitas MMG, Stella Matitaputty, SE., M.Pd., CFP., menjelaskan bahwa MMG hadir sebagai wadah silaturahmi pemuda lintas iman berketurunan Maluku di Sulawesi Selatan, yang juga merupakan gerbang Indonesia Timur.
“Kami ingin berkontribusi membangun ekonomi daerah melalui edukasi, sosialisasi, dan layanan publik yang lebih menarik dan merakyat. Harapannya, terbentuk ekosistem ekonomi kreatif yang berdampak bagi masyarakat luas,” tutur Stella.
Program BERSAMA akan disinergikan dengan program pemerintah daerah dan berbagai stakeholder untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor di bidang ekonomi kreatif dan UMKM.
Program BERSAMA juga menjadi bagian dari rangkaian Road to Pelantikan DPP MMG Kota Makassar, yang meliputi:
Mini Konser Musisi Jalanan Kota Makassar bertema “Menyala dari Timur”.
Program ini telah mendapat dukungan dari berbagai tokoh, antara lain:
Bung Andre Hehanusa, musisi nasional asal Maluku,
Bung Levin Simaela, pemilik Humble Music Course, serta
Para tokoh masyarakat Maluku, Toraja, dan Sulawesi Selatan yang menjadi pembina dan penasehat DPP MMG Makassar.
Dengan semangat Sinergi dan Kolaborasi dari Timur untuk Indonesia, MMG berharap program BERSAMA dapat menjadi model pemberdayaan kreatif yang menumbuhkan ekonomi rakyat melalui musik, edukasi, dan solidaritas komunitas. (PT)










