Ambon, Pusartimur.com- Pemerintah Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku meriah posisi 50 besar Desa Wisata di seluruh Indonesia.
Hal ini diakui Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir Mewar kepada media ini diruang kerjanya, Kamis (18/7/2024).
Maka dengan itu, Ia mengatakan, terkait dengan pemberian bantuan dari Komunitas bandara dalam rangka mengsuport negeri Laha.
Pembangunan Gapura Negeri Laha.
“Bantuan yang nilainya Rp.100 juta dari komunitas bandara, akan kita pakai untuk membenahi negeri Laha, karena dalam waktu dekat ini ada kunjungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekraf Republik Indonesia,” katanya.
Ia merincikan, dana itu akan dipakai untuk membenahi dalam lingkup pemerintahan negeri yang menjadi prioritas untuk menyambut para tamu.
“Kita akan benahi pagar, 2 gapura. Dimana salah satu Gapura yang berlokasi di dusun Air Manis sudah selesai, dan gapura untuk masuk negeri Laha satunya dalam proses pembangunan,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan merehab
kantor desa lama sebagai kantor pengelola desa wisata, kemudian jembatan biru untuk tempat pertemuan di saat para tamu datang.
“Jadi, kita harus bersyukur dengan Rp. 100 juta dengan kelebihan dan kekurangannya, tapi kenyataan di lapangan memang kurang. Yang pasti berapa bantuannya, kita gunakan untuk kepentingan desa wisata negeri Laha,” tuturnya.
Gapura di Dusun Air Manis, Negeri Laha.
Ia mengakui, yang menjadi unggulan sebagai Desa Wisata di Negeri Laha adalah Dive Centre dan Wisata Laut, karena ada salah satu jenis ikan yang memang hanya di Pulau Ambon khususnya di pesisir Negeri Laha yakni Ikan Kodok. “Itu yang menjadi salah satu nilai sehingga negeri Laha itu bisa masuk dalam 50 besar desa wisata,” terangnya.
Ia menambahkan, ada budaya di Negeri Laha juga yang akan dibenahi yakni rumah adat, tari-tarian dengan melengkapi seluruh pakaiannya, contohnya tari Parisi, Salele, Sawat dan Hadrad
“Ada juga beberapa lokasi yang selama ini dari dinas Pariwisata juga menginginkan kita bersama -sama mengembangkan aset negeri Laha dikemudian hari, sehingga di tahun – tahun berikutnya desa wisata ini sangat membantu terkait dengan aset desanya,” tambahnya.
Dengan semua itu, Ia menyatakan, masyarakat sangat antusias terkait dengan Negeri Laha masuk dalam kategori 50 besar sebagai desa wisata, sehingga mereka bersama-sama dengan pemerintah desa melihat kondisi negeri Laha ini terkait dengan persampahan dan lainnya. (PT-01).










