Home / Economy

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:13 WIB

Inflasi Maluku Mei 2026 Capai 0,93 Persen, Tetap dalam Rentang Sasaran Nasional

AMBON, PT – Provinsi Maluku kembali mengalami inflasi pada Mei 2026 sebesar 0,93 persen (month to month/mtm) setelah pada April 2026 mengalami deflasi sebesar 0,17 persen. Meski meningkat, secara tahunan inflasi Maluku tercatat 3,27 persen (yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

Berdasarkan siaran pers Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, inflasi Mei 2026 terjadi di seluruh wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) di Maluku. Kabupaten Maluku Tengah menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 1,34 persen, disusul Kota Ambon sebesar 0,73 persen dan Kota Tual sebesar 0,46 persen. Secara tahunan, angka inflasi Maluku juga lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 3,13 persen dan berada di atas tingkat inflasi nasional sebesar 3,08 persen.

Kenaikan inflasi pada Mei terutama dipicu oleh kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau serta kelompok Transportasi, yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,66 persen dan 0,21 persen.

Baca Juga  Jasa Raharja Hadir di Apel Persiapan Pengamanan Lebaran 2026 Wilayah Jawa Timur, Perkuat Sinergi Pengamanan Periode Arus Mudik dan Balik

Peningkatan harga komoditas perikanan menjadi faktor utama pendorong inflasi kelompok makanan. Harga ikan layang, ikan tongkol, dan ikan cakalang mengalami kenaikan akibat berkurangnya pasokan ikan tangkap di pasar. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya gelombang laut dan curah hujan yang terjadi sepanjang Mei, sehingga menghambat aktivitas penangkapan ikan.

Sementara itu, inflasi pada kelompok transportasi dipengaruhi oleh kenaikan tarif angkutan udara yang memberikan andil sebesar 0,12 persen. Kenaikan tarif tersebut berkaitan dengan pemberlakuan kebijakan biaya tambahan (surcharge) akibat fluktuasi harga bahan bakar pada penerbangan domestik yang mulai berlaku sejak 13 Mei 2026.

Meski demikian, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku terus memperkuat berbagai program pengendalian inflasi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Baca Juga  70 Peserta Kafillah Aru Tiba di Kota Ambon

Ke depan, upaya pengendalian inflasi akan difokuskan pada penguatan empat pilar utama pengendalian inflasi, yakni menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Berbagai langkah yang telah disiapkan antara lain pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sidak pasar menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, optimalisasi layanan penyeberangan ASDP untuk mendukung distribusi barang, serta penguatan koordinasi antar-TPID dalam mengantisipasi dampak fenomena

Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, TPID, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga dan memastikan inflasi Maluku tetap terkendali sepanjang tahun 2026. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

PEMPROV MALUKU KERJASAMA DENGAN TVRI GELAR PANGAN MURAH JELANG RAMADHAN 1446 H

Economy

Rubi Handojo Soroti Transformasi SDM sebagai Penggerak Daya Saing Perusahaan di Acara HR Networking 2026

Economy

Penuhi Kebutuhan Operasional dan Mitigasi Kebakaran, PDAM Ambon – Pertamina Wayame Teken Kerjasama

Economy

Haramain Billady Jabat Kepala OJK Maluku yang Baru

Economy

Layanan Broadband Telkomsel & IndiHome di Maluku Telah Pulih

Economy

Kemenhub RI Kembali Tetapkan Bandara Pattimura Ambon Berstatus Internasional 

Economy

5 Media Lokal Raih Penghargaan Mitra Terbaik dari Swiss-Belhotel Ambon

Economy

GM For A Day 2026 Sukses Digelar, 43 Anak Pimpin Operasional Hotel Selama Sehari