Ambon, Pusartimur.com- Swiss-Belhotel Ambon akan kembali menggelar SBAM FUN BIKE 2025, yang diagendakan pada 15 Februari mendatang.
Demikian hal tersebut disampaikan oleh, General Manager Swiss-Belhotel Ambon, I Ketut Gunarta pada pres reales yang diterima media ini, Kamis 16 Januari 2025.
Menurutnya, SBAM FUN BIKE yang akan digela pada tahun 2025, ini untuk ketiga kalinya.
“Acara ini menjadi momen istimewa yang menyatukan semangat kebersamaan, gaya hidup sehat, dan eksplorasi keindahan Kota Ambon melalui kegiatan bersepeda,” ungkap Gunarta.
Dikatakan, SBAM FUN BIKE 2025 bertujuan untuk mengajak masyarakat, instansi pemerintah, BUMN, dan korporasi untuk berpartisipasi dalam ajang olahraga yang sekaligus mempererat hubungan sosial serta menciptakan sinergi promosi.
“Dengan mengedepankan semangat kolaborasi, acara ini diharapkan dapat menjadi platform untuk mempererat tali silaturahmi antar berbagai elemen masyarakat dan mempromosikan gaya hidup aktif di tengah keindahan alam Ambon,” terang Gunarta.
Selain itu, tambahnya, kegiatan tersebut diagendakan pada 15 Februari mendatang dan berlokasi di depan Swiss-Belhotel Ambon.
“Jadi peserta itu akan Start dan Finish di depan Swiss-Belhotel Ambon,” jelas Gunarta.
Untuk rutenya, lanjut dia, para peserta akan melalui jalur ikonik Kota Ambon, termasuk Jalan Benteng Kapaha, Jalan Pattimura, Jalan Jend. A. Yani, Jalan Diponergoro, Jalan Dr. Soetomo, Jalan Dr. Sitanala, Jalan Dr. Pattimapau, Jalan Sultan Babulah, Jalan A. Patty, Jalan D. I Panjaitan, Jalan Tulukabessy, Jalan Sultan Hasanudin, Jalan Kapten Piere Tendean, Underpass. Kemudian melewati Jembatan Merah Putih sampai ke Ambon City of Music dan kembali lagi ke jalan yang sama, lewati momumen DR. J. Leimena, JMP, Jalan Kapten Piere Tendean, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Rijaly, Jalan Kakialy, Jalan Benteng Kapaha sampai finish di Swiss-Belhotel Ambon.
“Rute ini dirancang untuk memperkenalkan keindahan dan keberagaman budaya kota ini. Sehingga kami menargetkan itu harus 150 orang. Untuk biaya registrasi itu sebesar Rp. 175.000 per orang,” pungkas Gunarta. (PT-09)