Home / Economy

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:23 WIB

BI Maluku Siapkan Guru SMA/SMK Jadi Fasilitator Pelindungan Konsumen Digital

AMBON, PT – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku terus memperkuat literasi keuangan dan pelindungan konsumen di kalangan pelajar melalui Pelatihan Fasilitator Sekolah PeKA Digital bagi guru dan perwakilan kepala sekolah SMA/SMK se-Kota Ambon yang digelar pada 25–26 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi KPwBI Provinsi Maluku bersama Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Maluku, serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku. Pelatihan tersebut menjadi langkah awal implementasi Kurikulum Pelindungan Konsumen di lingkungan sekolah.

Kepala KPwBI Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, mengatakan pelatihan ini bertujuan membentuk para guru sebagai fasilitator yang mampu menanamkan pemahaman mengenai pelindungan konsumen dan transaksi digital yang aman kepada para siswa.

Baca Juga  Satgas PKH Ungkap Praktik Kotor Perusahaan Tambang di Malut

“Generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk mengenali hak dan kewajiban sebagai konsumen, memahami risiko transaksi digital, serta mampu bertransaksi secara aman dan bertanggung jawab. Guru memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai-nilai tersebut di lingkungan sekolah,” ujar Surya Alamsyah, Selasa (30/6/2026).

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai peran Bank Indonesia dalam sistem pembayaran, hak dan kewajiban konsumen, keamanan transaksi digital, serta penerapan prinsip PeKA (Peduli, Kenali, dan Adukan) sebagai bekal edukasi bagi peserta didik.

Surya menjelaskan, mulai Tahun Ajaran 2026/2027, materi Pelindungan Konsumen akan diterapkan sebagai muatan pendidikan di lima SMA/SMK yang menjadi pilot project di Kota Ambon. Modul pembelajaran telah disusun bersama BGTK dan BPMP Provinsi Maluku.

Baca Juga  KAJATI TERIMA KUNJUNGAN SILATURAHMI PEJABAT BARU KAKANWIL KEMENTERIAN HUKUM MALUKU

“Harapan kami, implementasi ini tidak berhenti pada lima sekolah percontohan, tetapi dapat diperluas ke seluruh SMA dan SMK di Kota Ambon pada tahun ajaran berikutnya sehingga semakin banyak pelajar yang memiliki literasi keuangan dan digital yang baik,” katanya.

Menurut Surya, penguatan literasi keuangan sejak dini menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk bersama-sama mencetak generasi yang cerdas, kritis, serta aman dalam bertransaksi di era digital,” tutupnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Jasa Raharja Dorong Pemanfaatan HEMS untuk Tekan Fatalitas Kecelakaan di HEXIA 2025

Economy

Terpilih Duta Muda BPJS Nasional, Agent of Change JKN

Economy

OJK Maluku Ingatkan Warga Waspada Penyalahgunaan KTP dan Pinjaman Online Ilegal

Economy

Perkenalkan, Garda Terdepan Pertamina Patra Niaga yang Tetap Melayani Sepenuh Hati Pada Masa Liburan

Economy

Inflasi Tetap Terkendali, Maluku Alami Deflasi 0,75 Persen pada Juli 2026

Economy

Pertamina Patra Niaga Terus Siaga Melayani Kebutuhan Energi saat Libur Panjang Perayaan Paskah di Papua dan Maluku

Economy

Liburan Makin Praktis: Ini Cara Aktivasi Paket IM3 & Tri agar Tetap Terhubung Selama Liburan

Economy

Kepala OJK Sulselbar Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan dan Pemberantasan Investasi Ilegal di Maluku