Home / Economy

Senin, 30 Juni 2025 - 16:16 WIB

Ambon Perkuat Branding Kota Musik Dunia, Lopies:  Festival Musik Internasional 2025 Siap Gaet 12 Negara

Ambon, PT- Kota Ambon terus menegaskan posisinya sebagai Kota Musik Dunia, sejalan dengan predikat Excellent yang diterima dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada evaluasi periode 2020–2024.

Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies, menegaskan bahwa musik tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi telah menjadi kekuatan transformasi sosial dan pembangunan berkelanjutan bagi Ambon.

“Stakeholder seperti akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media harus satu visi: melihat budaya sebagai gerakan masa kini untuk membangun masa depan kota,” tegas Ronny, Senin 30 Juni 2025.

Festival Musik Internasional Ambon 2025 akan menjadi momentum besar, digelar pada Oktober 2025 dengan menghadirkan 12 negara. Tiga agenda utama telah dipersiapkan:

1. Pertunjukan Musik Internasional,

2. Asia Music Cities Forum, forum diskusi tingkat Asia,

Baca Juga  Goes To Campus, BPJS Kesehatan Sasar Dokter Muda Unpatti

3. Resital Musik Pelajar, melibatkan sekolah-sekolah dalam program Musik untuk Pendidikan.

Ronny menekankan bahwa festival ini menjadi bukti nyata bahwa musik adalah motor penggerak perubahan.

“Inilah bentuk konkret bahwa musik bukan sekadar tampil di panggung, tetapi juga menjadi alat transformasi sosial, pendidikan, dan ekonomi. Musik sudah menjadi DNA kota ini,” jelasnya.

Ronny juga menyoroti pentingnya membangun sistem pendidikan musik yang adaptif dan merata. Menurutnya, pendidikan musik tidak harus dibatasi oleh gedung mewah, melainkan bisa diakses melalui gawai, ruang kelas biasa, hingga komunitas.

“Yang penting adalah musik untuk pendidikan, bukan hanya pendidikan musik semata,” tambahnya.

AMO berharap Pemerintah Kota Ambon terus mendukung penuh branding Kota Musik Dunia, termasuk hadir secara fisik dalam forum tahunan UNESCO Creative Cities Network.

Baca Juga  OJK Maluku, IAKN dan Pemkot Ambon Gelar Music Fiesta dan Pameran Pendidikan

“Nilai kehadiran itu penting dalam membangun jejaring dunia. Jangan hanya mengirim laporan digital,” tegas Ronny.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan branding Ambon Kota Musik Dunia adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya AMO.

Sebagai bagian dari langkah pembangunan berkelanjutan, Ambon juga telah menyiapkan program MUDaKu 2025, dengan fokus pada aksi iklim (climate action), perdamaian (peace), dan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk budaya (AI for Culture).

Seluruh langkah ini terintegrasi dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, yang menempatkan musik sebagai penggerak utama pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kota Ambon.

Dengan kolaborasi, inovasi, dan semangat inklusif, Ambon terus membuktikan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga motor pembangunan masa depan. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Zest Laundry Gelar Morning Tea Bersama Pimpinan Perbankan di Ambon, Pererat Sinergi Dunia Usaha 

Economy

Sinergi dengan TNI, Perkuat Penjaminan Layanan Kesehatan Bagi Seluruh Prajurit

Economy

Sedekah Kuota: Inisiatif Digital Tri Permudah Pelanggan Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan

Economy

BPJS Kesehatan Gencarkan Sosialisasi Program JKN kepada Mahasiswa Kedokteran Universitas Pattimura

Economy

Telkomsel #SambungkanSenyuman Ajak Pelanggan Tukar Telkomsel Poin

Economy

Indosat Percepat Pemerataan Digital, Infrasturktur di Maluku dan Papua Meningkat Signifikan 5x Lipat

Economy

DANKODAERAL IX MELEPAS TIM EKSPEDISI RUPIAH BERDAULAT

Economy

Peringati Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober Pemkot Gelar GPM