Home / Uncategorized

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 21:37 WIB

Papalele: Denyut Nadi Ekonomi Tradisional Ambon Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional

AMBON,PT- Sejarah baru terukir, bagi Kota Ambon, seiring dengan resmi ditetapkannya profesi pedagang tradisional perempuan Ambon, yang dikenal sebagai “Mama-mama Papalele”, sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional oleh Kementerian Kebudayaan.

Penetapan ini dilakukan dalam Sidang Penetapan WBTB di Jakarta,Jumat (10/10/ 25) yang sekaligus menjadi pengakuan tertinggi negara terhadap eksistensi Papalele sebagai cerminan tradisi perdagangan rakyat yang tangguh, unik, dan kaya nilai sejarah.

Papalele, sebuah istilah lokal yang berasal dari kata Portugis kuno, “Papalvo”, menggambarkan aktivitas usaha kecil dan perdagangan sederhana, di mana penjual bertemu langsung dengan pembeli.

Dalam potret otentik yang sering dijumpai di sudut kota, seperti yang digambarkan dalam foto-foto terkait Kota Ambon, terlihat seorang Mama Papalele yang gigih menjajakan hasil bumi dan dagangan lokal seperti pala, telur, dan buah-buahan segar.

Baca Juga  Gubernur Maluku Buka Rakor Bersama KPK, Perkuat Pengamanan Aset dan Tata Kelola Barang Milik Daerah

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Ambon Christian Tukloy menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pengakuan ini.

“Penetapan ini bukan sekadar pengakuan formal semata, melainkan sebuah bentuk penghormatan negara terhadap spirit dan ketangguhan Mama-mama Papalele,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa para Papalele adalah pahlawan ekonomi keluarga yang telah menjaga rantai pasok pangan lokal Ambon sejak zaman kolonial hingga hari ini.

Lebih dari sekadar aktivitas jual beli, Papalele sesungguhnya adalah warisan budaya tak benda yang mengandung nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kegigihan, kemandirian, serta kemampuan menjalin koneksi personal dan kepercayaan yang kuat antara penjual dan pembeli. Nilai-nilai kemanusiaan ini bahkan terbukti vital dalam menjaga solidaritas sosial Kota Ambon.

Baca Juga  Taekwondo Kodam Pattimura Bersinar di Piala Panglima TNI, 11 Medali Diraih

Disparbud Kota Ambon berkomitmen untuk menjadikan status WBTB Nasional ini sebagai momentum untuk melestarikan dan mengembangkan Papalele.

Upaya yang akan dilakukan mencakup pengangkatan Papalele sebagai ikon wisata budaya dan ekonomi lokal, perancangan dukungan infrastruktur seperti sentra Papalele yang representatif dan layak, serta mendorong regenerasi nilai dengan mengajak generasi muda Ambon untuk memahami dan menghargai nilai-nilai ketekunan yang diwariskan oleh para Papalele.

“Mama-mama Papalele adalah wajah ketahanan Kota Ambon. Dengan status WBTB Nasional ini, kami mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga, melindungi, dan memastikan tradisi Papalele terus hidup dan berdenyut di hati Ibu Kota Provinsi Maluku ini,” tutup Tukloy.(PT)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bimtek Tahap II Penyusunan Masterplan Smart City Digelar

Uncategorized

Atraksi Pukul Sapu Lidi Morella Resmi Dibuka, Pemprov Maluku Dorong Pelestarian Budaya dan Pariwisata

Uncategorized

Ketua DPC GAMKI Ambon Dessy Halauw Ajak Pengurus DPAC Utamakan Pelayanan dan Persaudaraan

Uncategorized

NITA SADALI LANTIK PEMBINA POSYANDU KABUPATEN/KOTA SE-MALUKU

Economy

Swiss-BellHotel Ambon dan Zest Hotel Ambon Perkuat Kolaborasi Lewat Program Apresiasi dan Event 2026

Uncategorized

Simak Sekapur Siri Upulatu Kota Ambon

Uncategorized

GPK dan AMKEI Dukung Suksesnya Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta di Fak-Fak

Uncategorized

APRESEASI CAPAIAN TIMNAS GARUDA U-15 ASAL MALUKU, GUBERNUR : ORANG MALUKU BANGKIT KEMBALI