Home / Pendidikan

Sabtu, 14 Juni 2025 - 14:14 WIB

Walikota Ambon : Jika Siswa SMP Masih Tawuran, Kepseknya Dicopot

Ambon, PT-  Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, kembali menegaskan komitmennya dalam menertibkan perilaku siswa di lingkungan sekolah, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam pernyataannya baru-baru ini, ia menegaskan akan mencopot kepala sekolah apabila masih terjadi tawuran antar pelajar di bawah tanggung jawabnya.

“Sekolah itu bukan hanya tempat belajar-mengajar. Kepala sekolah juga harus membina karakter anak-anak. Kalau masih ada SMP yang tawuran, kepala sekolahnya akan saya copot,” tegas Wali Kota, Sabtu 14 Juni 2025.

Wattimena menyampaikan bahwa tanggung jawab kepala sekolah bukan hanya pada aspek akademik semata. Pendidikan karakter menjadi hal yang sama pentingnya untuk dicegahnya tindakan kekerasan, seperti tawuran antar pelajar yang masih terjadi di beberapa wilayah.

Baca Juga  Ujian SMP di Ambon Digelar 27–30 April 2026, Kadis Pendidikan Pastikan Kesiapan Sekolah

“Tugas kepala sekolah itu menyeluruh, bukan hanya mengatur kegiatan belajar, tapi juga memastikan anak-anak dibina dengan baik agar tidak terlibat dalam tindakan negatif,” ujarnya.

Pernyataan Wali Kota ini muncul sebagai respons terhadap masih terjadinya konflik antar pelajar SMP di Kota Ambon yang menimbulkan keresahan masyarakat.

Ia menilai, perlu ada tindakan tegas dan pembinaan menyeluruh, dimulai dari pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan formal.

“Kalau kepala sekolah tidak bisa kendalikan siswanya dari tindakan kekerasan seperti tawuran, maka itu berarti gagal dalam tugas kepemimpinan. Jangan salahkan murid terus-menerus. Kepala sekolah harus bertindak dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Baca Juga  Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMA Angkasa Lanud Pattimura Ambon

Kebijakan tegas ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan membentuk karakter generasi muda yang positif. Selain itu, pendekatan pembinaan juga melibatkan orang tua, guru, dan masyarakat secara keseluruhan.

Pemerintah Kota berharap agar pihak sekolah, orang tua, serta lingkungan sekitar turut serta dalam mendidik anak-anak dan mencegah tindakan kenakalan remaja.

“Kita harus bergandeng tangan. Sekolah punya peran, orang tua punya peran, dan masyarakat juga. Kalau kita semua peduli, Ambon bisa jadi kota yang lebih baik untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

SMPN 13 Ambon Gelar Pagelaran Seni dan Budaya, Wujud Apresiasi atas Prestasi Siswa

Kota Ambon

SMPN 19 Ambon Raih Juara 2 Festival Ukulele, Siap Wakili Nusaniwe ke Tingkat Kota

Kab.Maluku Barat Daya

Tambang Tembaga Wetar BKP-BTR Dukung Generasi Muda Kisar Melalui Praktik Kerja Lapangan

Kota Ambon

Dukung Penyiapan Generasi Emas Indonesia 2045, TP PKK Kota Ambon Gelar FAKOTA

Pendidikan

Soal Perubahan Bentuk IAKN Menjadi UKN, Menteri: Persyaratan Pokok Sudah Selesai, Akan Dilanjutkan

Kota Ambon

Tasso :  Mediasi Konflik SD Negeri 90 Wayame, Tekankan Komunikasi dan Penyelesaian Internal

Pendidikan

Junjung Nilai dan Martabat Kemanusiaan, Komnas HAM Gelar Penyuluhan Sekolah Ramah

Kab. Seram Bagian Barat

112 Siswa SMA Negeri 19 SBB Ikuti Tes Kemampuan Dasar, Kepsek Yakin Lulus 100 Persen