Home / Economy

Kamis, 30 Januari 2025 - 10:23 WIB

Santunan Jasa Raharja Untuk Korban Kecelakaan Sepeda Listrik, Yulianto : Itu Ketentuan dan Pertanggungjawaban

Ambon, pusartimur.com- Sepeda listrik kini semakin marak digunakan di berbagai daerah, termasuk di Ambon.

Jasa Raharja diberikan mandat untuk menjalankan Undang-Undang Nomor 33 dan 34, yang mengatur tentang perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Namun, santunan yang diberikan tergantung pada jenis kecelakaan yang terjadi.

Demikian Kepala Unit Operasional Jasa Raharja Cabang Maluku, Imam Yulianto kepada pusartimur.com, di Kantor Jasa Raharja Cabang Maluku, Kamis 30 Januari 2025.

Dikatakan, jika sepeda listrik mengalami kecelakaan dengan kendaraan bermotor seperti motor atau mobil, maka korban akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja, asalkan laporan polisi telah diterbitkan.

Sebaliknya, jika sepeda listrik bertabrakan dengan sesama sepeda listrik atau sepeda biasa, maka santunan tidak diberikan karena tidak ada pajak yang dibayarkan untuk sepeda listrik.

Untuk itu, Pentingjya membedakan antara sepeda listrik dan motor listrik, karena keduanya memiliki aturan yang berbeda:

Baca Juga  SEKTOR JASA KEUANGAN YANG RESILIENT UNTUKMENDUKUNG PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

Sepeda Listrik: Tidak dikenakan pajak kendaraan, sehingga tidak termasuk dalam skema asuransi wajib kendaraan bermotor.

Motor Listrik: Dianggap sebagai kendaraan bermotor dan diwajibkan membayar pajak serta memiliki STNK dan SIM. Jika terlibat kecelakaan, skema santunan sama seperti motor konvensional.

Maka dengan itu, santunan dari Jasa Raharja tidak melihat usia korban. Baik anak-anak maupun dewasa berhak mendapatkan santunan selama kecelakaan melibatkan kendaraan bermotor dan laporan polisi telah dibuat.

Misalnya, jika seorang anak yang mengendarai sepeda listrik ditabrak oleh mobil atau motor, maka ia berhak menerima santunan dari Jasa Raharja. Namun, jika ia bertabrakan dengan sepeda listrik lain, tidak ada santunan yang diberikan.

“Sepeda listrik sebaiknya tidak digunakan di jalan raya, melainkan di jalur khusus atau jalan komplek. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak yang masih belum memiliki keterampilan berkendara yang cukup,” harapnya.

Baca Juga  Walikota Ambon: Dalam Keterbatasan, Pemkot Tetap Berkomitmen Memberikan Pelayanan Terbaik

Dilanjutkab, Sebagai solusi, menggunakan transportasi umum atau diantar oleh orang tua bisa menjadi pilihan yang lebih aman bagi anak-anak sekolah.

Ditambahkan, sepeda listrik bukan kendaraan bermotor, sehingga tidak dikenakan pajak dan tidak otomatis mendapatkan santunan jika terjadi kecelakaan.

Jasa Raharja memberikan santunan jika sepeda listrik ditabrak oleh kendaraan bermotor, seperti motor atau mobil, dengan syarat laporan polisi diterbitkan.

Penggunaan sepeda listrik harus diatur lebih ketat, terutama untuk anak-anak, guna mengurangi risiko kecelakaan.

“Dengan memahami aturan ini, kita dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan sepeda listrik dan memastikan keselamatan di jalan. Bagikan informasi ini agar semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” tandasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Mudik Gratis BUMN 2026 Berangkatkan Lebih dari 100 Ribu Pemudik

Economy

Indosat Ooredoo Hutchison Buka Peluang Technopreneur Perempuan di Maluku Melalui SheHacks 2025

Economy

OJK Maluku Maknai Hari Lahir Pancasila 2026 dengan Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Economy

BPD MALUKU MALUT DUKUNG ASTA CITA INDONESIA

Economy

Dewi Aryani Suzana dan Harwan Muldidarmawan Terpilih Sebagai The Next Future Leader 2025 oleh Infobank Media Group

Economy

Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Tambah Suplai 90 Ribu Liter Minyak Tanah untuk Kebutuhan Masyarakat Kota Tual Jelang Natal & Tahun Baru

Economy

Gemerlap Neon Party Zest Ambon Meriahkan Sambut Tahun Baru 2026

Economy

KODAERAL IX AMBON DAN BANK INDONESIA SUKSES LAKSANAKAN MISI EKSPEDISI RUPIAH BERDAULAT DIWILAYAH 3T