Home / DPRD Maluku / Economy

Jumat, 4 September 2026 - 15:47 WIB

Ketua DPRD Maluku Apresiasi HIM dan Bulan Literasi Keuangan 2026, Minta OJK Ungkap Modus Penipuan

AMBON, PT-  Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G Watubun, mengapresiasi pelaksanaan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) Provinsi Maluku Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Pattimura, Kota Ambon, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema nasional “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. Sementara itu, tagline lokal yang diangkat yakni “Menabung Hari Ini, Sejahtera di Masa Depan” dan “Keuangan Inklusif, Maluku Maju dan Berkelanjutan.”

Benhur Watubun menilai budaya menabung perlu terus ditanamkan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, kebiasaan mengelola keuangan sejak dini dapat menjadi bekal penting dalam mempersiapkan masa depan.

“Karena dengan menabung hari ini maka akan menjamin masa depan seseorang. Itu penting. Karena itu saya mengapresiasi OJK Provinsi Maluku yang telah melakukan kegiatan ini,” ujar Benhur.

Selain mendorong budaya menabung, Benhur menegaskan bahwa edukasi literasi dan inklusi keuangan harus disertai pemahaman mengenai cara mengelola keuangan serta berbagai risiko yang dapat merugikan masyarakat.

Karena itu, ia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memberikan edukasi yang lebih terbuka mengenai berbagai kasus penipuan keuangan yang terjadi di Maluku.

Baca Juga  Perkuat Sinergitas Ekonomi, Andi Yusuf Dikukuhkan Sebagai Kepala OJK Maluku

“Satu lagi saya mau minta dari OJK. OJK harus membeberkan kasus penipuan yang terjadi di Maluku. Saya berharap OJK dapat memberi satu gambaran tentang berapa banyak orang di Maluku yang tertipu dengan modus-modus operandi yang ada,” katanya.

Menurut Benhur, informasi mengenai kasus dan modus penipuan keuangan sangat penting sebagai bagian dari edukasi publik. Dengan mengetahui modus yang berkembang, masyarakat diharapkan lebih waspada dalam menggunakan berbagai layanan keuangan.

Benhur juga menilai gerakan menabung merupakan langkah positif yang perlu terus dikembangkan di Maluku. Ia mengapresiasi upaya berbagai pihak dalam mendorong masyarakat agar mulai membangun kebiasaan menabung.

“Memasyarakatkan orang untuk menabung sangat baik. Saya kira ini sesuatu yang harus kita beri pengakuan, karena di daerah-daerah besar belum tentu orang menabung,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya pelajar, agar mampu menggunakan uang secara produktif dan bertanggung jawab.

Menurutnya, pelajar yang memiliki pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat menjadi contoh bagi orang tua maupun lingkungan sekitarnya.

Ia, menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan harus dilakukan secara terencana. Langkah tersebut dapat dimulai dengan menentukan tujuan atau target keuangan, mengatur penggunaan uang, hingga menyusun tahapan menabung untuk mencapai target.

Baca Juga  Cegah Stunting di Maluku, Ketua DPRD Maluku dan BKKBN Bahas Program GENTING

“Setelah goal ditentukan, baru kita mulai mengatur keuangan. Kemudian kita tentukan tahapan untuk menabung seperti apa supaya bisa menjamin kelangsungan dia dalam sekolah,” jelasnya.

Menurut Benhur, literasi keuangan tidak boleh hanya diberikan di lingkungan sekolah. Edukasi tersebut perlu diperluas hingga perguruan tinggi dan masyarakat secara umum.

Dengan demikian, budaya menabung dan pengelolaan keuangan yang sehat diharapkan dapat menjadi kebiasaan bersama di tengah masyarakat Maluku.

Melalui pelaksanaan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, Benhur berharap gerakan literasi dan inklusi keuangan di Maluku semakin kuat.

Masyarakat, kata dia, tidak hanya perlu memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga harus mampu menggunakannya secara bijak, aman, dan produktif.

Ia berharap sinergi antara OJK, pemerintah, lembaga pendidikan, DPRD, serta berbagai pihak terkait dapat terus diperkuat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sekaligus mencegah semakin banyaknya masyarakat menjadi korban penipuan keuangan.

Dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan, masyarakat Maluku diharapkan semakin siap merencanakan masa depan dan membangun kondisi ekonomi yang lebih sejahtera serta berkelanjutan. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

PNM Dorong Difabel Mandiri Secara Ekonomi Lewat Pengembangan Usaha Sagu

Economy

Akselerasikan Digitalisasi Pendidikan, Telkomsel – Unpatti Ambon Teken MoU

Economy

FKK Santika Premiere Ambon Bersih-bersih di Masjid Al-Syukur

Economy

OJK Maluku Maknai Hari Lahir Pancasila 2026 dengan Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan

DPRD Maluku

DPRD MALUKU SERAHKAN REKOMENDASI LKPJ GUBERNUR MALUKU TAHUN ANGGARAN 2024

Economy

Papua Maluku Digital Bootcamp Season 2 Dimulai Kontribusi Nyata Telkomsel Tingkatkan Kapabilitas Digital Generasi Muda di Papua dan Maluku

Economy

SERUNAI 2025: Bank Indonesia Maluku Siapkan Rp1,59 Triliun Uang Rupiah Sambut Natal dan Tahun Baru

Economy

Secara YoY, Januari 2025  Maluku Alami Inflasi 0,76 Persen