Ambon, PT – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku terus memperkuat penyusunan asesmen perekonomian daerah melalui sinergi dengan pelaku usaha. Salah satunya dengan menggelar kunjungan korporasi dan Focus Group Discussion (FGD) bersama PT Jayawi Ambon International, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan ekspor tuna di Maluku.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi sektor riil, khususnya industri perikanan yang merupakan salah satu sektor unggulan di Provinsi Maluku.
Dalam diskusi yang berlangsung di Kantor BI Provinsi Maluku, Kamis (30/7/2026), menimbulkan berbagai isu strategis dibahas, mulai dari perkembangan industri pengolahan dan ekspor hasil perikanan, proses produksi, ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, hingga berbagai tantangan dan peluang pengembangan sektor perikanan di masa mendatang.
Masukan dari pelaku usaha dinilai menjadi komponen penting dalam penyusunan asesmen perekonomian daerah. Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing industri perikanan, memperkuat kinerja ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku yang berkelanjutan.
Bank Indonesia Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan dunia usaha melalui semangat #BasudaraRupiah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan asesmen ekonomi yang komprehensif dan menjadi landasan penyusunan kebijakan yang efektif dalam mendukung penguatan ekonomi daerah.
Melalui pendekatan yang melibatkan pelaku usaha secara langsung, Bank Indonesia optimistis sektor perikanan Maluku dapat terus berkembang sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing ekspor daerah. (PT)









