Home / Economy / Kab. Seram Bagian Barat

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:57 WIB

Bank Indonesia Maluku Tingkatkan Produktivitas Petani Padi SBB, Hasil Panen Naik hingga 8 Ton per Hektare

SBB, PT- Program pendampingan dan penerapan teknologi pertanian yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku terbukti mampu meningkatkan produktivitas petani padi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Selain meningkatkan hasil panen, program tersebut juga memperkuat pemasaran beras dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ketua Kelompok Klaster Padi Gemba, Fathur Rahman, mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan pendampingan dari Bank Indonesia Maluku, produktivitas padi di wilayahnya hanya berkisar 2 hingga 3 ton per hektare.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui tayangan yang diunggah di akun Instagram resmi Bank Indonesia Provinsi Maluku pada Rabu (24/6/2026).

“Dulu sebelum dikenalkan dengan teknologi pertanian, produksi kami hanya sekitar 2 hingga 3 ton per hektare. Setelah mendapatkan bantuan teknologi dan pendampingan, produksi mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” ujar Fathur Rahman.

Petani yang telah menggeluti usaha tani selama kurang lebih 21 tahun itu mengatakan dirinya mulai bertani di Desa Waimital, kawasan Gemba, sejak tahun 2004 dan hingga kini masih menekuni profesi sebagai petani padi.

Baca Juga  Celebration HUT SBAM Ke-16: Swiss-Belhotel Ambon Rayakan dengan Syukur dan Komitmen Pelayanan Prima

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petani selama ini adalah pemasaran hasil panen. Saat musim panen tiba, petani kerap mengalami kesulitan menjual hasil produksi mereka.

Fathur mengaku mulai mengenal Bank Indonesia Perwakilan Maluku sekitar tahun 2010 ketika kelompok taninya menjadi kelompok binaan BI. Sejak saat itu, berbagai program pengembangan pertanian diberikan, mulai dari pelatihan budidaya hingga penerapan teknologi pertanian organik.

“Setelah mendapatkan pelatihan dari Bank Indonesia Maluku, pada musim panen terakhir produksi kami meningkat menjadi sekitar 7 hingga 8 ton per hektare,” jelasnya.

Selain peningkatan produktivitas, bantuan Rice Milling Unit (RMU) dari Bank Indonesia juga memberikan dampak besar terhadap kapasitas pengolahan hasil panen. Saat ini, kelompok tani mampu mengolah gabah menjadi sekitar 6 ton beras per hari.

Baca Juga  Hadirkan Pelayanan Publik yang Optimal, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Untuk tingkatkan Kepatuhan Masyarakat

Peningkatan kapasitas pengolahan tersebut turut berdampak pada penyerapan hasil panen petani. Sekitar 90 persen hasil panen petani di Kabupaten Seram Bagian Barat kini dapat diserap oleh kelompok tani untuk dipasarkan.

Kelompok tani juga telah menjalin kemitraan dengan Bulog sehingga hasil produksi beras dapat diserap dan dipasarkan secara lebih luas.

“Kondisi ekonomi petani menjadi jauh lebih baik karena hasil panen tidak lagi sulit untuk dijual,” kata Fathur.

Ia berharap para petani di Maluku terus meningkatkan produktivitas dan berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di Provinsi Maluku, melalui penerapan teknologi pertanian dan penguatan kerja sama antarpetani. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Telkomsel Gelar Ilmupedia Tryout UTBK SNBT 2025 untuk Pelajar Papua dan Maluku

Economy

Elnusa Petrofin Perkuat Operasional Jelang Hari Raya, Komitmen  Dukung SATGAS Ramadan – Idulfitri 2026/1447 H Pertamina

Economy

Inflasi Maluku Pada April 2025 Berada Di Level yang Rendah

Economy

Wali Kota Dorong Seni Qasidah Jadi Penguat Branding “Ambon City of Music”

Economy

Sambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru, BI Maluku Antisipasi Uang Tunai

Kab. Seram Bagian Barat

Pimpin Pemeriksaan Senpi, Kapolres Seram Bagian Barat Pastikan Penggunaan Sesuai Ketentuan

Kab. Seram Bagian Barat

Kunjungan Ke SBB , DANREM 151 BINAIYA Resmikan Kampung Pancasila

Kab. Seram Bagian Barat

Paslon HATI Daftar di KPUD SBB