Home / Economy

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:31 WIB

Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Liter Minyak Tanah di Papua Maluku Saat Libur Iduladha

 

Papua, PT  – Pertamina Patra Niaga terus menjaga ketersediaan energi jelang perayaan Iduladha dan libur panjang akhir pekan. Khusus untuk minyak tanah yang diperkirakan terjadi peningkatan, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melakukan antisipasi dengan ekstra dropping penyaluran minyak tanah di beberapa provinsi di wilayah Papua dan Maluku sebanyak 450 ribu liter.

“Tambahan penyaluran minyak tanah sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah setempat untuk memastikan tambahan minyak tanah subsidi ini mencukupi peningkatan konsumsi masyarakat di beberapa lokasi terutama wilayah yang merayakan Iduladha,” jelas Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi.

Penambahan penyaluran minyak tanah ini difokuskan di dua (2) provinsi, yakni Provinsi Maluku dan Provinsi Papua Barat Daya. Untuk Provinsi Maluku, terdapat penambahan penyaluran minyak tanah hingga 370 ribu liter dan Provinsi Papua Barat Daya sebanyak 80 ribu liter.

“Penyaluran tambahan minyak tanah ini sudah dilakukan bertahap mulai 23 dan 24 Mei lalu jelang Iduladha hingga nanti jelang libur panjang akhir pekan juga, semua akan menyesuaikan kondisi peningkatan di lapangan. Seluruh penjualan minyak tanah tambahan ini akan dilakukan langsung di pangkalan minyak tanah dan kami pastikan dijual sesuai harga eceran tertinggi atau HET yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah,” lanjut Bram.

Baca Juga  KAJATI AGOES SP, LANTIK 11 CPNS CALON JAKSA DALAM FORMASI PENELAAH PENUNTUTAN DAN PENEGAKAN HUKUM DI WILAYAH MALUKU

Selain minyak tanah, Pertamina Patra Niaga juga memastikan stok LPG dan BBM terus dijaga selama perayaan Hari Raya Iduladha hingga nanti memasuki libur panjang akhir pekan. Secara umum, ketersediaan stok LPG di wilayah Papua Maluku per Selasa (26/5) yang ditopang dari Integrated Terminal (IT) Wayame Ambon dan IT Jayapura berada di angka 2.000 Metrik Ton (MT) atau dapat mencukupi konsumsi LPG non subsidi hingga 2 bulan kedepan.

Sama dengan LPG, BBM pun terus dijaga stoknya di terminal sehingga apabila terjadi peningkatan konsumsi dapat langsung disuplai ke lembaga penyalur. Secara rata-rata, untuk stok Solar/Dexlite tersedia baik di level 84 juta liter atau setara ketahanan stok 14 hari kedepan, Pertalite 28.4 juta liter atau ketahanan stoknya 17 hari, Pertamax 32 juta liter cukup untuk 42 hari kedepan, dan Avtur serta kerosene di angka 40 juta liter atau setara 23 hari ketahanan stoknya.

Baca Juga  20 Finalis Papua Maluku Digital Bootcamp Season 3 Siap Berinovasi

“Stok ini terus berubah setiap hari, bukan berarti setelah ketahanan hari tersebut stok habis karena setiap 3-4 hari kapal suplai BBM dan LPG secara terjadwal dan terencana mengisi kembali stok di Terminal BBM dan LPG. Tim di lapangan pun selama masa libur ini akan siaga untuk mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi masyarakat, apabila dibutuhkan dapat dilakukan penyaluran diluar jam reguler. Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap membeli BBM, LPG, dan minyak tanah sesuai dengan kebutuhan,” tukasnya.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina Patra Niaga, agar dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Kota Ambon Dukung Penuh Operasional Koperasi Desa Merah Putih 

Economy

3.712 Surat Jaminan Diterbitkan, Jasa Raharja Pastikan Kemudahan Penanganan Korban Kecelakaan di Masa Idulfitri 2026

Economy

Dorong Literasi Keuangan dan Investasi Emas Digital, Pegadaian Luncurkan Aplikasi Tring Tahap II 

Economy

OJK Terima Daftar 21 Koperasi Open Loop dari Kemenkop Sesuai Amanat UU P2SK

Economy

Peran Media Sangat Krusial, BI Maluku Dorong Sinergi Informasi dan Stabilitas Ekonomi Daerah

Economy

Hadiri Pembukaan Dapua Expo III, Lekransy : Fungsi Kemitraan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Economy

Pertamina Himbau Konsumen BBM Pertalite Wajib Daftar QR Code

Economy

WUJUDKAN MALUKU SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN PRODUKTIF, WAGUB BUKA RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA