Home / Kab. Maluku Tengah

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIB

Uskup Seno Ngutra: Kaul Bukan Jalan Popularitas, Tapi Kesetiaan Total pada Kehendak Tuhan

Ambon, PT- Uskup Keuskupan Amboina, Mgr. Seno Ngutra, menegaskan bahwa panggilan hidup membiara bukanlah jalan menuju popularitas, melainkan komitmen kesetiaan total dalam menjalankan kehendak Tuhan.

Pesan itu disampaikan dalam renungan pada Misa Hari Ulang Tahun ke-99 Tarekat Maria Mediatrix (TMM) sekaligus pencanangan menuju 100 tahun serta perayaan kaul pertama dan kaul kekal di Gereja Santa Maria Bintang Laut Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Jumat (01/05/2026).
Perayaan tersebut juga diwarnai dengan syukur atas para yubilaris, yakni satu suster profesi kekal, Sr. Yulita Goban TMM, serta tujuh suster yang mengikrarkan profesi
pertama : Sr. Maria Monika Boger TMM, kedua : Sr. Maria Alfontina Wamir TMM, Ketiga : Sr. Maria Bonefasia Djondjonler TMM,
Keempat : Sr. Maria Helena Romena TMM,
Kelima : Sr. Maria Ivone Djabutafuran TMM,
Keenam : Sr. Maria Xaveria Merek TMM,
Ketujuh : Sr. Maria Ambrosia Remetwa TMM.
Dalam misa yang dihadiri para suster, Pastot, umat, dan tamu undangan, Uskup Seno mengangkat Injil Lukas tentang jawaban Bunda Maria kepada Malaikat Gabriel: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Baca Juga  OJK- BEI Maluku Gelar Sekolah Pasar Modal untuk Guru 

Ia menegaskan, ungkapan tersebut bukan sekadar pernyataan iman, tetapi bentuk penyerahan diri total kepada kehendak Allah, meski sebagai manusia Maria juga mengalami keraguan, kecemasan, dan ketakutan.

“Maria bukan pribadi yang sempurna. Ia juga mengalami keraguan. Namun ia percaya, bukan karena semua hal jelas, tetapi karena keyakinan bahwa Allah mampu berkarya melalui keterbatasan manusia,” kata Uskup Seno.

Menurutnya, makna menjadi “hamba Tuhan” seperti yang dicontohkan Maria merupakan inti panggilan hidup religius, yakni hadir untuk melakukan kehendak Tuhan, bukan mengejar gelar, ketenaran, atau pengakuan.

Baca Juga  Koordinasi Jasa Raharja Kanwil Maluku Dengan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Maluku Tengah

Di hadapan para suster yang mengikrarkan kaul, ia menekankan bahwa panggilan religius menuntut kesetiaan yang utuh hingga akhir hidup.

“Panggilan ini bukan untuk menjadi populer, tetapi menjadi hamba yang setia. Tuhan yang memanggil, Tuhan pula yang melengkapi dan menyempurnakan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap panggilan, seperti pengalaman Nabi Samuel, merupakan undangan untuk mendengarkan dan melaksanakan kehendak Tuhan dengan penuh ketaatan.

Momentum 99 tahun TMM, lanjutnya, harus menjadi ruang refleksi iman sekaligus penguatan komitmen untuk terus melayani dengan rendah hati, terutama bagi para suster muda yang memulai hidup membiara.

“Setialah sampai akhir. Itulah inti dari panggilan,” tutupnya.

Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju satu abad Tarekat Maria Mediatrix, yang diharapkan semakin memperkuat dedikasi pelayanan serta kesaksian iman di tengah masyarakat. (PT)

Share :

Baca Juga

Kab. Maluku Tengah

CABANG KEJAKSAAN NEGERI AMBON DI SAPARUA MENINGKATKAN STATUS PENANGANAN PERKARA DUGAAN KORUPSI PENGELOLAAN DANA DESA NEGERI BOOI KE TAHAP PENYIDIKAN

Hukum dan Kriminal

Majelis Hakim Tipikor Putuskan 3 Terdakwa Perkara Korupsi DD/ADD Negeri Haya

Economy

Telkomsel Perluas Jangkauan 4G/LTE di Maluku, Dorong Pemerataan Akses Broadband Hingga ke Lobang Buaya Morella

Economy

Kendalikan Inflasi, Pemkot – Pemkab Malteng Teken MoU

Kab. Maluku Tengah

PERSIAPAN MENJELANG HUT RI KE-80 DI KECAMATAN SAPARUA

Kab. Maluku Tengah

Gubernur Maluku Hadiri Perayaan 209 Tahun Baptisan dan 150 Tahun Gereja PNIEL Ouw

Kab. Maluku Tengah

ILE BOLENG PULAU AMBON MERAYAKAN NATAL BERSAMA

Kab. Maluku Tengah

Manager PLN ULP Saparua Minta Maaf atas Pemadaman Listrik Bergilir