Kepala Diskominfo Kota Ambon, Ronald Lekransy, memperkenalkan SLABER sebagai sistem digital untuk pelaporan publikasi media yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Artikel SEO Friendly:
Ambon – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy memperkenalkan inovasi digital bernama SLABER (Sistem Lapor Berita) sebagai upaya meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta transparansi dalam kerja sama publikasi media.
Dalam pemaparannya, Lekransy menjelaskan bahwa SLABER hadir sebagai solusi atas kebutuhan pelaporan publikasi yang selama ini masih dilakukan secara manual dan memakan banyak biaya, terutama dalam bentuk cetakan dokumen.
“Selama ini pelaporan masih banyak menggunakan hardcopy yang tentu membutuhkan biaya besar. Dengan SLABER, semua proses diarahkan berbasis digital sehingga lebih efisien dan mudah,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Melalui sistem SLABER, seluruh mitra media, baik online maupun cetak, dapat mengunggah laporan publikasi secara langsung dalam bentuk digital. Mulai dari link berita, file PDF, hingga tangkapan layar (screenshot) dapat diinput dalam satu platform terintegrasi.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan dokumen fisik serta mempercepat proses administrasi dan evaluasi oleh pemerintah.
Selain itu, sistem ini juga memungkinkan monitoring dan evaluasi kinerja media secara real-time oleh pihak pemerintah.
Lekransy menegaskan, penerapan SLABER merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik, sejalan dengan regulasi seperti Undang-Undang Pers dan Keterbukaan Informasi Publik.
“Melalui aplikasi ini, semua bentuk kerja sama dapat dipantau secara terbuka dan terukur. Ini penting untuk memastikan bahwa publikasi yang dilakukan benar-benar berdampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.
Beberapa fitur utama dalam aplikasi SLABER antara lain: Unggah profil perusahaan media (company profile), Input dan pelaporan publikasi berita, Sistem komunikasi langsung antara media dan pemerintah, Monitoring jumlah dan kualitas publikasi, Ekspor laporan dalam format PDF.
Setiap media yang terdaftar akan mendapatkan username dan password untuk mengakses sistem, sehingga keamanan data tetap terjaga.
Dengan adanya SLABER, proses pengajuan kerja sama menjadi lebih sederhana. Media tidak perlu lagi berulang kali mengirimkan dokumen fisik seperti proposal atau company profile.
Semua data cukup diunggah satu kali dalam sistem dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan administrasi selanjutnya.
Lekransy juga mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional.
“Pemerintah tidak anti kritik. Silakan mengoreksi, namun tetap mengedepankan etika dan norma jurnalistik agar memberikan dampak positif di ruang publik,” tegasnya.
Ia berharap SLABER dapat menjadi sarana kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan media dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan terpercaya di Kota Ambon. (PT)










