Home / Economy

Senin, 30 Maret 2026 - 11:42 WIB

Bersalin Tanpa Biaya, Florensia Rasakan Manfaat Program JKN

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT – Masyarakat kini semakin mudah mengakses layanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kehadiran program tersebut dinilai mampu memberikan kemudahan akses layanan kesehatan yang cepat dan setara bagi seluruh peserta JKN. Mudah, cepat dan setara menjadi tiga prinsip utama yang diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Salah satu manfaat Program JKN dirasakan langsung oleh Florensia Molle (22), warga Gunung Nona, Kota Ambon. Florensia mengaku baru pertama kali menggunakan haknya sebagai peserta JKN saat menjalani persalinan normal untuk kelahiran putri pertamanya.

Ia menyampaikan rasa puas atas pelayanan kesehatan yang diterimanya.

“Saya dan keluarga terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak tahun 2018. Baru kali ini saya menggunakan JKN untuk persalinan. Awalnya dokter menyarankan operasi caesar karena perkiraan panggul yang cukup kecil, sehingga kami menunggu jadwal yang telah ditentukan. Namun, sebelum jadwal tersebut, saya tiba-tiba merasakan kontraksi dan akhirnya putri saya lahir secara normal tanpa operasi caesar,” ujar Florensia, Senin (02/02).

Baca Juga  Pembukaan Posko Monitoring Angkutan Udara Lebaran 2025 di Bandara Pattimura Ambon

Selama menjalani proses persalinan dan perawatan di rumah sakit, Florensia mengaku benar-benar merasakan berbagai kemudahan dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, ia hanya diminta diminta menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), setelah itu langsung dilayani. Penanganan oleh dokter dan tenaga medis juga diakuinya sangat cepat.

“Yang paling saya rasakan adalah tidak adanya perlakuan yang berbeda. Padahal saya peserta PBI, yang artinya iuran saya dibayarkan oleh pemerintah. Sebelumnya saya sempat berpikir akan ada perbedaan layanan, namun ternyata tidak demikian,” ungkapnya.

Florensia juga mengaku semakin bersyukur karena tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun selama menjalani persalinan dan perawatan di rumah sakit. Seluruh biaya telah ditanggung oleh Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Kami tentu menyiapkan kebutuhan persalinan, tetapi tidak dapat dibayangkan jika saya harus menjalani operasi caesar tanpa JKN. Biaya yang harus dikeluarkan pasti sangat besar. Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk selalu memastikan kepesertaan JKN tetap aktif, karena kita tidak pernah tahu kapan sakit datang dan berapa besar biaya yang dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga  KEJAKSAAN TINGGI MALUKU DAN PELINDO REGIONAL 4 TANDATANGANI MOU PENANGANAN MASALAH HUKUM BIDANG PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA

Florensia pun mengaku bangga menjadi peserta JKN. Ia juga menyampaikan apresiasi serta harapannya agar Program JKN terus berlanjut dan memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, jika tidak ada Program JKN, ia dan keluarga sudah pasti akan kebingungan menghadapi biaya rumah sakit.

“Program JKN benar-benar sangat membantu dan dapat diandalkan. Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah menanggung iuran dan memastikan saya serta keluarga terdaftar sebagai peserta JKN aktif. Harapan saya, Program JKN tetap hadir untuk melindungi jutaan masyarakat yang membutuhkan seperti saya,” tutupnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Tingkatkan Silaturahmi, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Lakukan Kunjungan Kerja ke Pangdam XVIII/Kasuari

Economy

Secara YoY, Januari 2025  Maluku Alami Inflasi 0,76 Persen

Economy

Jasa Raharja Dukung Survei Kesiapan Operasi Ketupat 2026

Economy

PT ANGKASA PURA INDONESIA BANDARA INTERNASIONAL PATTIMURA AMBON RESMI MENUTUP POSKO ANGKUTAN UDARA NATARU

Economy

Jasa Raharja Maluku dan Tim Pembina SAMSAT Hadirkan Layanan E-Samsat di Salam Fest Ambon

Economy

SBAM FUN BIKE 2025 Sukses Digelar, Antusiasme Masyarakat Ambon Luar Biasa

Economy

BPPRD Kota Ambon Targetkan Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Pajak Tahun 2025

Economy

Dukung Penurunan Harga Tiket Pesawat Jelang Lebaran, InJourney Airports Turunkan PJP2U dan PJP4U Sebesar 50%