AMBON, PT- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi.
“Masih diperlukan berbagai upaya dari berbagai pihak untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami keuangan syariah, tetapi juga menggunakan produk dan layanan yang tersedia,” kata Kepala Sub Bagian Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis OJK Maluku, Novian Suhardi, mengatakan bahwa
Menurutnya, berdasarkan data nasional, tingkat literasi keuangan syariah sudah cukup baik, namun tingkat inklusinya masih relatif rendah.
“Secara umum masyarakat sebenarnya sudah memiliki pemahaman, pengetahuan, maupun keterampilan terkait keuangan syariah. Namun yang menjadi tantangan adalah bagaimana mendorong masyarakat agar lebih yakin dan mulai menggunakan produk serta layanan keuangan syariah,” kata Novian Suhardi.
Ia menjelaskan, tingkat inklusi keuangan syariah secara nasional masih berada di kisaran 13 persen, sehingga diperlukan berbagai strategi edukasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan syariah.
Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan bersama berbagai lembaga keuangan syariah terus menjalankan program edukasi melalui gerakan nasional yang dikenal sebagai GERAK Syariah.
Program ini menghadirkan berbagai kegiatan edukasi seperti kajian, diskusi, serta sosialisasi terkait produk dan layanan keuangan syariah kepada masyarakat.
“Melalui GERAK Syariah, kami melakukan edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, santri di pesantren, hingga kelompok ibu rumah tangga,” jelasnya.
Kegiatan edukasi tersebut antara lain dilakukan melalui kunjungan ke sekolah dan pesantren, diskusi keuangan syariah, serta berbagai program literasi keuangan yang menyasar komunitas masyarakat.
Selain itu, OJK juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi dan konten edukatif terkait industri keuangan syariah agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Tidak hanya edukasi, berbagai kegiatan kompetisi dan sosialisasi juga digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat penggunaan produk keuangan syariah.
Menurut Novian, pendekatan tersebut juga disesuaikan dengan karakteristik budaya masyarakat di Maluku sehingga pesan edukasi dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat.
“Melalui berbagai program ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal industri keuangan syariah dan memiliki kepercayaan untuk menggunakan produk serta layanan keuangan syariah dalam aktivitas ekonomi mereka,” ujarnya.
OJK juga terus berkolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan seperti Pegadaian Syariah dan perbankan syariah untuk memperluas jangkauan literasi serta akses layanan keuangan syariah di berbagai wilayah di Maluku. (PT)









