Home / Economy

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:17 WIB

Februari 2026, Inflasi Provinsi Maluku Melandai ke Level 0,58 Persen

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT- Memasuki Februari 2026, Provinsi Maluku mencatat laju inflasi yang lebih terkendali di angka 0,58% (mtm). Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 0,75% (mtm).

Demikian Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Wahyu Indra Sukma dalam rilis kepada media di Ambon, Selasa (3/3/2026).

Secara spasial, tekanan inflasi terutama bersumber dari Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 1,21% (mtm) dan 0,30% (mtm).

Namun demikian, realisasi inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi di Kota Tual sebesar -0,72% (mtm). Secara tahunan, realisasi inflasi Maluku tercatat sebesar 5,97% (yoy), berada diatas rentang sasaran target inflasi yang sebesar 2,5±1% (yoy).

Realisasi ini relatif lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 4,70% (yoy), serta lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi Nasional sebesar 4,76% (yoy).

Baca Juga  Lewenussa: Bamus Bahas Agenda Strategis Hingga Konsultasi ke Kemendagri

Capaian inflasi bulan ini utamanya bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil inflasi (mtm) masing-masing sebesar 0,26% dan 0,17%.

Inflasi pada kelompok ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas hortikultura a.l.: Buncis, Tomat, Kacang Panjang, dan Sawi dengan andil inflasi (mtm) masing-masing sebesar 0,14%, 0,14%, 0,12%, dan 0,08%.

Perkembangan inflasi tersebut dipengaruhi oleh peningkatan permintaan menjelang periode HBKN, di tengah berlangsungnya aktivitas panen yang secara struktural masih berada dalam kondisi normal.

Realisasi inflasi yang lebih tinggi juga didorong oleh Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, dipengaruhi oleh harga emas yang mengalami peningkatan di pasar internasional karena meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah berlanjutnya ketidakpastian kondisi geopolitik global.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program pengendalian inflasi, khususnya melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Baca Juga  Jasa Raharja Hadir di Rakernis Ditgakkum 2025, Dorong Kolaborasi Digital untuk Layanan Cepat dan Masyarakat Aman di Jalan Raya

Ke depan, upaya pengendalian inflasi komoditas pangan akan terus disinergikan secara berkelanjutan bersama TPID sepanjang tahun 2026, dengan mengacu pada penguatan empat pilar utama pengendalian inflasi (4K), yaitu Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Langkah pengendalian tersebut mencakup penjagaan ketersediaan pasokan dengan penguatan Kerja sama Antar Daerah (KAD) bersama wilayah sentra produksi, peningkatan keterjangkauan harga melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta pemantauan rutin stok dan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting guna memastikan kelancaran distribusi.

Di sisi lain, komunikasi efektif terus diperkuat melalui koordinasi lintas pemangku kepentingan serta penyampaian informasi harga dan pasokan kepada masyarakat untuk menjaga ekspektasi inflasi. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Pertamina Gelar Pasar Murah Bagi 1.000 Masyarakat Prasejahtera di Wayame

Economy

Agusman Tekankan Sinergi OJK untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Maluku

Economy

Integrated Terminal Wayame, Denyut Nadi Distribusi Energi di Indonesia Timur

Economy

Walikota Ambon Dorong Ekonomi Kreatif Lewat RTP Wainitu dan Workshop Konten Digital

Economy

Ambon Siap Berkolaborasi dan Belajar dalam Momen APEKSI 2025, Walikota : Dorong UMKM, Investasi, dan Ekonomi Kreatif

Economy

Perkuat Toleransi dan UMKM, Walikota Ambon  Tegaskan Komitmen Kebersamaan 

Economy

Indosat Ooredoo Hutchison Pertahankan Profitabilitas dan Perkuat Fondasi Bisnis di Tengah Dinamika Pasar yang Menantang

Economy

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Wilayah Seram Bagian Timur Perkuat Sinergi Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas