Home / Kota Ambon

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:47 WIB

Damkar Tangani 75 Kasus Kebakaran dan 265 Penyelamatan

Ambon, PT – Sebanyak 75 kasus kebakaran dan 265 penyelamatan di tahun 2025 yang ditangani oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon, dengan kategori  kecil, sedang, hingga besar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo J. Hehamahua, AP., M.Si, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu 14 Januari 2026

“Selama tahun 2025 terdapat 75 kejadian kebakaran, dan di luar itu ada 265 kegiatan penyelamatan yang kami tangani,” ungkap Fredo.

Ia menjelaskan, dari seluruh kasus kebakaran yang terjadi, Damkar Kota Ambon masih mampu memenuhi respon time sesuai regulasi, yakni maksimal 15 menit setelah menerima laporan. Bahkan, dalam beberapa kejadian besar, waktu respon jauh lebih cepat.

“Respon time kita puji Tuhan masih di bawah standar. Yang paling lambat sekitar 6 menit, bahkan pada kasus kebakaran besar ruko Batu Merah, armada sudah bergerak dalam waktu 4 menit setelah laporan diterima,” jelasnya.

Baca Juga  Cloud9 Hadir di Lantai 9 Zest Ambon, Sajikan Panorama Kota dan Sunset Terindah

Kebakaran ruko di kawasan Batu Merah menjadi salah satu insiden terbesar sepanjang 2025, dengan tujuh unit ruko terdampak dan kerugian diperkirakan mencapai Rp700 juta. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun demikian, Fredo mengakui bahwa proses pemadaman di lapangan kerap menghadapi sejumlah kendala. Salah satu faktor utama adalah kerumunan warga yang datang menonton, sehingga menghambat akses petugas dan jalur pemadaman.

“Bukan soal warga menonton, tapi sering kali kerumunan ini menghambat jalur evakuasi dan pemadaman. Ini yang perlu kesadaran bersama,” tegasnya.

Selain faktor kerumunan, kondisi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang di wilayah pesisir, juga sangat mempengaruhi cepatnya api merambat. Ditambah lagi dengan konstruksi bangunan yang berdekatan serta penggunaan material mudah terbakar seperti papan pada lantai atas bangunan usaha.

“Kondisi bangunan sangat berpengaruh. Ada bangunan yang lantai atasnya masih papan, sehingga api cepat membesar,” ujarnya.

Baca Juga  Jasa Raharja Raih Penghargaan dari ASEAN Risk Awards 2025, Bukti Pentingnya Tata Kelola Risiko di Sektor Publik

Di luar penanganan kebakaran, Damkar Kota Ambon juga aktif dalam berbagai tindakan penyelamatan, mulai dari evakuasi hewan berbahaya seperti ular, anjing rabies, dan sarang tawon, hingga penanganan pohon tumbang yang mengganggu jalur transportasi.

Selain itu, Damkar juga melayani permintaan masyarakat seperti evakuasi hewan peliharaan, pemotongan cincin, membuka pintu rumah akibat kunci tertinggal, membantu evakuasi barang dari lantai atas, hingga pertolongan medis menggunakan unit ambulans.

“Kami juga sering melakukan pelayanan medis darurat dan pengantaran pasien ke rumah sakit, termasuk kecelakaan yang terjadi di sekitar kantor,” tambahnya.

Fredo berharap ke depan masyarakat semakin memahami langkah-langkah awal saat terjadi kebakaran serta tidak menghambat proses pemadaman. Ia juga mengimbau pelaku usaha untuk melengkapi bangunan dengan sistem pengamanan kebakaran sebagai langkah antisipasi dini.

“Kesadaran masyarakat dan kesiapan bangunan sangat penting agar risiko kebakaran bisa diminimalisir,” tutupnya.(PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Wali Kota Ambon Apresiasi Bantuan Rp50 Juta dari Ketua PKS Maluku untuk Korban Kebakaran di Hunuth

Economy

Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon Siap Wujudkan Digitalisasi Keuangan Daerah Lewat Champion Ship ETPD 2024

Kota Ambon

Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMA Angkasa Lanud Pattimura Ambon

Kota Ambon

Bulog Salurkan Beras dan Minyak Goreng, Walikota Ambon Minta Pengawasan Ketat

Kota Ambon

Tetap Semangat di Hari Kelima, Wattimena  Siap Menuju Indonesia Emas 2045

Kota Ambon

Panas Pela Rutong-Rumakay: Pelestarian Budaya dan Potensi Wisata Kota Ambon

Kota Ambon

Pelayanan  Meningkat, Saharisal:  Bank Maluku-Malut Peroleh Laba Cukup Besar

Kota Ambon

Launching Program Tenun.in di Ambon, Pemkot Dorong Kain Tenun Jadi Branding Maluku