Home / Pendidikan

Kamis, 6 Juni 2024 - 14:39 WIB

Junjung Nilai dan Martabat Kemanusiaan, Komnas HAM Gelar Penyuluhan Sekolah Ramah

module: a; 
hw-remosaic: 0; 
touch: (-1.0, -1.0); 
modeInfo: ; 
sceneMode: 32768; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (-1, -1); 
aec_lux: 43.0; 
hist255: 0.0; 
hist252~255: 0.0; 
hist0~15: 0.0;

module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: 32768; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 43.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Ambon, Pusartimur.com- Menjunjung tinggi nilai-nilai dan Martabat Kemanusiaan, Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) menggelar Penyuluhan Sekolah Ramah, yang berlangsung di Santika Hotel Ambon, Kamis (6/6)2024).

Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Putu Elvina mengatakan, sekolah ramah HAM itu merupakan sekolah yang diharapkan nilai-nilai HAM itu bisa diimplementasikan di sendi-sendi kehidupan sekolah.

“Jadi kita tahu Kemendikbud itu mengatakan ada tiga dosa besar di dunia pendidikan yaitu bully, kekerasan fisik maupun seksual, lalu perundungan serta intoleransina,” katanya.

Maka itu, Komnas HAM merasa untuk menghadirkan individu atau manusia-manusia yang menghargai hak asasi manusia, martabat manusia yang paling tepat adalah melalui implementasi di jalur pendidikan.

“kita tahu sekolah yang menerapkan prinsip-prinsip, nilai-nilai hak asasi manusia, dan diharapkan ini menjadi salah satu cara untuk penurunan angka-angka kekerasan atau pelanggaran HAM termasuk di Maluku. Artinya, tawuran, kejahatan seksual pencabulan, pelecehan maupun kemudian tindak-tindak kriminal harus ditiadakan,” tukasnya.

Baca Juga  Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS Kabupaten SBB Santuni Warga Desa Luhu

Diharapkan, dengan peningkatan dan penguatan kapasitas ini para guru lebih mengerti lagi bagaimana mengkondisikan dan memberikan pembinaan kepada siswa-siswa sehingga harapan kita mereka tumbuh, berkembang menjadi siswa yang lebih bermartabat.

“Jadi ini lebih kepada penguatan yang sifatnya penyuluhan, tapi nanti kami akan tindaklanjuti dengan pelatihan-pelatihan yang lebih intensif lagi,” ucapnya.

Selain itu, melalui kegiatan ini semua sekolah di Kota Ambon bisa menerapkan nilai-nilai hak asasi manusia, dan bagaimana memanusiakan manusia.
Sehingga, mereka lebih berhati-hati, tidak melakukan kekerasan, menghormati teman, orang tua, guru dan lain sebagainya.

“Perlindungan Anak itu ada undang-undangnya tapi perlindungan guru dan dosen juga ada undang-undangnya bahkan ada Permendikbud yang mengatur tentang bagaimana perlindungan guru. Nah, artinya selagi guru melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan undang-undang, maka itu mereka dilindungi,” tambahnya.

Baca Juga  5 Tips for Balancing A Career and Caregiving

Bahkan, siswapun demikian yakni tidak berarti pada saat proses belajar mengajar diperbolehkan melakukan kekerasan. Kekerasan itu hanya akan melahirkan kekerasan baru, kalau dilakukan seperti itu
iklim sekolah saat belajar mengajar harus dalam kondisi yang baik.

Tak hanya itu, harus ada upaya-upaya bagaimana guru sebagai role model pendidik, sehingga dalam proses memberikan pendidikan contoh teladan guru itu tetap harus ada. Bagaimana guru mencontohkan sopan santun, upaya menghormati, menghargai, memastikan kesetaraan dan tidak melakukan diskriminasi .

“Guru adalah pendidik yang perlu ditiru, jadi tentu kita tidak harapkan Guru melakukan kekerasan. Karena itu, akan menjadi contoh buruk bagi siswa,” jelasnya. (PT-02).

 

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Cerdaskan Generasi Bangsa, Polsek Manipa- CCI Gelar Lomba Menggambar Tingkat SD

Kota Ambon

Pemkot Gelar Bimtek Pencegahan Kekerasan di Sekolah

Pendidikan

Latuheru: Perjuangkan Hak Guru dan Tenaga Kependidikan, PGRI Harus Tampil Terdepan

Kota Ambon

194 SD di Ambon Gelar Ujian Sekolah Tahun Ajaran 2024/2025, Diikuti Lebih dari 5.000 Siswa

Pendidikan

Wawali Ambon Tinjau Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 di Sejumlah Sekolah

Kab. Seram Bagian Barat

Hardiknas 2025, Wabup Tegaskan Komitmen Pemerataan Guru di Daerah Terpencil

Pendidikan

UNPATTI Teken MoU dengan INPEX Scholarship Foundation, Buka Peluang Beasiswa dan Pertukaran Mahasiswa ke Jepang

Economy

OJK Maluku – Pemkot Ambon Gelar Festival Kreasi Inklusi Maluku 2025