Home / Headline

Selasa, 9 Desember 2025 - 19:22 WIB

Ahli Waris Nurlatu Minta Pemprov Maluku Cabut Izin 10 Koperasi di Pulau Buru

Namlea, PT – Keluarga besar ahli waris Nurlatu menyampaikan pernyataan tegas kepada Pemerintah Provinsi Maluku terkait izin IPR (Izin Pertambangan Rakyat) yang telah diberikan kepada 10 koperasi yang beroperasi di Pulau Buru.

Hingga kini, para ahli waris menilai belum ada penyelesaian memuaskan dari pihak koperasi maupun pemerintah terhadap konflik hak lahan yang melibatkan pemilik lahan asli, ahli waris, serta masyarakat adat yang mewakili 24 suku dan 24 marga yang memiliki hak makan dan hak adat atas wilayah tersebut.

Dalam keterangan pers yang disampaikan Wider Nurlatu kepada media, Selasa (9/12/2025), ia menegaskan bahwa keluarga besar ahli waris Nurlatu mendesak Pemerintah Provinsi Maluku untuk segera mengambil langkah tegas.

Menurut Wider, pemerintah harus mencabut seluruh izin IPR dari 10 koperasi tersebut, karena hingga saat ini tidak ada upaya nyata dari koperasi maupun pemerintah untuk menyelesaikan konflik hak lahan dengan masyarakat adat.

Baca Juga  Gelar Paripurna, Pj.Walikota Sampaikan 8 Hal Penting

“Pemerintah Provinsi Maluku harus segera bertindak mencabut izin sepuluh koperasi itu. Tanpa kesepakatan yang jelas dengan pemilik lahan dan orang adat, keberadaan mereka tidak dapat diterima dan justru berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar di masa depan,” tegas Wider.

Ia menambahkan bahwa masalah ini merupakan catatan penting bagi Pemerintah Provinsi Maluku untuk segera menata ulang pemberian izin agar tidak mengorbankan hak masyarakat adat yang secara turun-temurun mendiami dan mengelola lahan tersebut.

Selain tuntutan pencabutan izin, keluarga besar ahli waris Nurlatu bersama masyarakat adat Pulau Buru juga menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk tahun 2026.

Baca Juga  KAJATI BERSAMA GUBERNUR MALUKU DALAM EXIT MEETING PPS PROYEK STRATEGIS DAERAH

Mereka meminta agar pemerintah memberikan izin IPR kepada 58 koperasi baru yang telah dibentuk oleh masyarakat adat dari 24 marga di Pulau Buru.

“Kami berharap pada tahun 2026, Bapak Gubernur dapat mengeluarkan 58 izin IPR bagi koperasi masyarakat adat. Semua koperasi ini sudah melaporkan proses pengajuan izinnya ke Pemerintah Provinsi Maluku,” ujar Wider.

Menurutnya, pemberian izin tersebut penting agar masyarakat adat dapat menjalankan kegiatan secara sah, berbadan hukum, dan tidak lagi mengalami konflik lahan seperti yang terjadi pada 10 koperasi sebelumnya.

“Dengan izin resmi, masyarakat adat bisa bekerja di lahan adat mereka sendiri melalui koperasi yang sah. Kami tidak ingin masalah yang sama terulang,” tutup Wider Nurlatu. (PT)

Share :

Baca Juga

Headline

Jasa Raharja Paparkan Skema Terintegrasi pada Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran 2026 Kementerian Perhubungan

Headline

Sempat hilang kontak, seorang nelayan asal Kota Tual berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan

Headline

Lanud Pattimura Terima Audit Kinerja Itjen TNI TA. 2026, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Satuan

Headline

LANUD PATTIMURA GELAR BAZAR MURAH UMKM DAN BAKTI SOSIAL SEMBAKO, WUJUD PENGABDIAN TNI AU UNTUK RAKYAT

Headline

Fasida Provinsi Maluku Gelar Paramotor Exercise dari Unpatti ke JMP Ambon

Headline

KMP Tunu Pratama Jaya Mengalami Kecelakaan di Selat Bali, Jasa Raharja Bergerak Cepat untuk Jamin Santunan Seluruh Korban

Headline

SILATURAHMI GUBERNUR DENGAN TOKOH MUSLIM MALUKU

Headline

Rakornas Samsat 2026, Jasa Raharja Dorong Integrasi Data untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor