Home / Kota Ambon

Kamis, 16 Oktober 2025 - 12:55 WIB

Tatipikalawan :  Sepanjang 2025, Tercatat 1.243 Kejadian Bencana, Didominasi Tanah Longsor

oplus_32

oplus_32

Ambon, PT – Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dan Wakil Wali Kota Ambon, serta seluruh pihak yang hadir dalam acara peresmian Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Frits melaporkan bahwa sejak awal tahun hingga Agustus 2025, BPBD Kota Ambon telah mencatat 1.243 kejadian bencana, dengan jumlah tertinggi berupa tanah longsor sebanyak 995 kejadian.

“Data ini menunjukkan bahwa Kota Ambon masih berada dalam kategori sedang untuk indeks risiko bencana, yaitu sebesar 9,7, berdasarkan perhitungan Indeks Risiko Bencana Indonesia,” jelas Tatipikalawan, Kamis (16/10/2025).

Ia mengungkapkan, Kota Ambon termasuk dalam 60 daerah di Indonesia yang menerima bantuan pembangunan fasilitas penanggulangan bencana dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Bank Dunia (World Bank).

Menurutnya, bantuan tersebut diberikan karena Ambon memiliki sejarah panjang terhadap bencana besar, terutama tsunami yang pernah terjadi pada tahun 1850, 1874, dan 1974, sebagaimana tercatat dalam catatan sejarah dan penelitian ahli geologi.

Baca Juga  Optimis Kantongi Rekomendasi Enam Parpol, Ini Jelas Fatlolon

“Dari 514 daerah di Indonesia, BPBD Kota Ambon termasuk yang dinilai aktif dan berprestasi dalam pengurangan risiko bencana. Bahkan kita masuk dalam 30 besar nominasi BPBD terbaik se-Indonesia,” ujarnya.

Frits menjelaskan sejumlah program prioritas yang telah dan sedang dijalankan BPBD Kota Ambon:

1. Tahun 2023: Pembentukan 6 Desa Tangguh Bencana, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di tingkat desa/negeri/kelurahan, serta penyusunan dokumen peta rawan bencana.

2. Tahun 2024: Pemasangan 365 rambu evakuasi di wilayah-wilayah rawan bencana, sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

3. Tahun 2025: Pembangunan Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) lengkap dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta peralatan VR (Virtual Reality) untuk simulasi edukasi kebencanaan.

Baca Juga  BANDARA PATTIMURA TUNJUKAN KASIH SAYANG KEPADA PENGGUNA JASA BANDARA DI HARI KASIH SAYANG

“Peralatan VR ini memungkinkan masyarakat dan petugas belajar melalui simulasi nyata tentang bagaimana bertindak saat bencana terjadi. Ini langkah inovatif agar edukasi kebencanaan semakin mudah dipahami,” ujar Tatipikalawan.

Frits juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dengan BPBD, termasuk BMKG, TNI/Polri, serta perangkat daerah lainnya.

“Tanpa dukungan lintas sektor, kami tidak dapat bekerja maksimal. Semua ini adalah hasil kolaborasi dalam upaya mengurangi risiko dan dampak bencana di Kota Ambon,” ungkapnya.

Ia menutup sambutannya dengan menyampaikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Ambon, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Kota Ambon yang selalu memberikan dukungan penuh bagi BPBD.

“Selama 13 tahun berdirinya BPBD Kota Ambon, dukungan pemerintah kota menjadi kekuatan utama kami. Karena itu, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan dan pendampingan selama ini,” tutup Frits Tatipikalawan. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Wattimena : Posyandu Kunci Pencegahan Stunting 

Kota Ambon

IKASSI Ambon Gelar Buka Puasa dan Tarawih Berjamaah, Perkuat Silaturahmi Anak Negeri Siri Sori

Economy

Dorong Ekonomi Maritim Lokal, Pemkot Ambon Salurkan Bantuan Alat Perikanan 

Kota Ambon

Sekkot Buka Sosialisasi Penguatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat

Economy

Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkot Ambon Gelar Pasar Murah

DPRD Kota Ambon

Atasi Persoalan Supir Angkot Hunut- Waiheru, Dishub Ambon Akan Ada Rapat Lanjutan

Kab.Maluku Barat Daya

How to Give Your 2016 Resolutions Staying Power

Kota Ambon

Majid: Saatnya SBB Bangkit