Home / Kota Ambon

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:45 WIB

Pelupessy : Ambon Resmi Jadi Lokus Pilot Percepatan Digitalisasi Bansos

oplus_0

oplus_0

Ambon, PT- Kota Ambon secara resmi telah menjadi lokus pilot percepatan digitalisasi bantuan sosial (Bansos) di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Wendy Pelupessy kepada media ini, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang melibatkan 41 kabupaten/kota dan bertujuan memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran melalui integrasi data digital.

Ia menjelaskan,  Ambon tergabung dalam Regional 6 bersama sejumlah daerah lainnya, yakni: Kota Ambon, Kota Ternate, Kota Kupang, Kota Mataram, Kota Sorong, dan Kota Manokwari serta Regional 6 dipimpin oleh Deputi dari Kementerian PANRB.

Selain itu, program ini didorong langsung oleh pemerintah pusat, termasuk oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Lanjutnya, digitalisasi bansos ini mengintegrasikan berbagai sistem data nasional, di antaranya: IKD (Identitas Kependudukan Digital), NIK (Nomor Induk Kependudukan), Data dari BPS untuk penentuan desil/penghasilan, Data perbankan yang terhubung dengan PPATK, Data konsumsi listrik dari PLN

Baca Juga  KAJATI MALUKU HADIRI DEKLARASI KAMPANYE DAMAI PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI MALUKU TAHUN 2024

Dengan sistem ini, pemerintah dapat melihat kondisi ekonomi warga secara lebih akurat, mulai dari jumlah rekening bank, kepemilikan kredit, hingga daya listrik rumah tangga. Semua data tersebut akan menjadi dasar penentuan penerima bansos agar lebih tepat sasaran.

Ia jugamengakui,  penggunaan Data Terpadu Nasional (DTN) sebelumnya masih menyisakan celah, seperti: Warga yang seharusnya menerima bansos namun tidak terdata, Penerima yang tidak lagi layak tetapi masih tercatat.

Melalui digitalisasi dan integrasi data lintas sektor, diharapkan kebocoran dan kesalahan penyaluran bansos dapat diminimalisir.

Sebagai percontohan, pemerintah akan mengadopsi sistem yang telah berjalan di Kabupaten Banyuwangi. Model dari Banyuwangi dinilai berhasil dalam penerapan digitalisasi bansos berbasis integrasi data.

Baca Juga  Wattimena : Posyandu Kunci Pencegahan Stunting 

Ia menambahkan, Kota Ambon tercatat memiliki sekitar 117 ribu Kepala Keluarga (KK). Dalam skema ini: 1 agen akan menangani sekitar 170 KK, Total kebutuhan agen diperkirakan mencapai 691 orang, Jumlah tersebut dibulatkan menjadi 700 agen.

Seluruh agen nantinya akan mendapat pelatihan langsung dari pemerintah pusat sebelum program berjalan penuh.

Dengan masuknya Kota Ambon dalam pilot project nasional ini, diharapkan seluruh warga dapat terdata dalam sistem IKD berbasis NIK.

Integrasi dengan berbagai lembaga akan memperkuat validasi data, sehingga bansos benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Program ini menjadi langkah strategis menuju tata kelola bantuan sosial yang transparan, akurat, dan berbasis digital di Kota Ambon. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Wattimena: Gerakan Pramuka Berperan Strategis Bentuk Karakter Generasi Muda Ambon

Kota Ambon

KAJATI MALUKU RESMIKAN GEDUNG KANTOR KEJAKSAAN NEGERI AMBON

Kota Ambon

KAJATI MALUKU, TERIMA KUNJUNGAN SILATURAHMI KEPALA KANTOR BPJS TENAGA KERJA 

Economy

Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah Sambut Natal dan Tahun Baru 2025

Kota Ambon

Dikukuhkan Sebagai Upulatu dan Pati Kota Ambon, Wattimena: Jaga Adat, Lestarikan Budaya

Economy

DPRD Kota Ambon Gelar Expo 2025: Dorong UMKM dan Edukasi Publik

Kota Ambon

Pembangunan Pertanian di Maluku Sudah Maksimal dan Menyentuh Masyarakat

DPRD Kota Ambon

Atasi Persoalan Supir Angkot Hunut- Waiheru, Dishub Ambon Akan Ada Rapat Lanjutan