Home / Economy

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:34 WIB

Sebagai Jembatan Literasi Keuangan Masyarakat, OJK Maluku Gelar Apresiasi Media Massa 2025

oplus_0

oplus_0

Ambon, PT- Media massa memiliki peran strategis sebagai jembatan utama antara kebijakan OJK dan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah kepulauan Maluku.

Demikian Kepala OJK Provinsi Maluku, Andy Muhammad Yusuf dalam pertemuan akhir tahun bersama insan pers, TVRI, dan RRI di Ambon, sebagai bagian dari evaluasi sekaligus penguatan sinergi sepanjang tahun 2025, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya,  sepanjang tahun 2025 tantangan sektor jasa keuangan semakin dinamis, mulai dari transformasi digital, perlindungan konsumen, hingga maraknya produk dan investasi ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Media massa bukan hanya mitra kerja, tetapi jembatan utama yang menghubungkan kebijakan OJK dengan masyarakat. Kami sangat membutuhkan peran rekan-rekan jurnalis untuk menyampaikan informasi secara luas dan tepat,” ujar Andy.

Ia mengapresiasi peran TVRI, RRI, dan media lainnya yang selama ini aktif membantu penyebarluasan informasi terkait perkembangan industri jasa keuangan serta program-program OJK, baik di tingkat regional Maluku maupun nasional.

Baca Juga  PT ANGKASA PURA INDONESIA BANDARA INTERNASIONAL PATTIMURA AMBON RESMI MENUTUP POSKO ANGKUTAN UDARA NATARU

Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 OJK Provinsi Maluku telah menjangkau hampir 100 ribu masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi keuangan yang dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Maluku.

Program tersebut dilakukan melalui sinergi dengan perbankan, lembaga jasa keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya, guna memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan.

“OJK tidak mungkin bekerja sendiri. Dengan kolaborasi strategis, terutama bersama media massa, edukasi keuangan bisa menjangkau hampir dua juta penduduk Maluku,” jelasnya.

Ia menekankan, karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang kompleks, termasuk keberadaan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), menjadi fokus utama OJK.

Tercatat, sekitar enam kabupaten di Maluku masih tergolong daerah tertinggal, sehingga membutuhkan pendekatan khusus dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

“Literasi dan inklusi keuangan adalah hak dasar masyarakat. Ini menjadi kewajiban kami untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, mendapatkan akses informasi dan produk keuangan yang aman,” tegasnya.

Baca Juga  Sekda SBB Buka Sosialisasi Pengelolaan Destinasi Wisata

Dalam kesempatan tersebut, Andy juga mengajak insan pers untuk menjadi duta literasi keuangan, guna membantu masyarakat memahami karakteristik, manfaat, dan risiko produk keuangan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal.

Ia menilai peran media sangat penting, terutama bagi pelaku usaha di sektor dominan Maluku seperti perikanan dan pertanian, yang membutuhkan informasi terkait produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kegiatan media gathering akhir tahun ini, lanjut Andy, merupakan bentuk apresiasi OJK kepada insan pers sekaligus ruang dialog untuk bertukar pikiran, menyamakan persepsi, dan memperkuat sinergi ke depan.

“Kami ingin kolaborasi ini semakin kokoh dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan mendukung pertumbuhan perekonomian Maluku,” pungkasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Jasa Raharja Pastikan Santunan Korban Kecelakaan Disalurkan Cepat dan Tepat Sasaran Selama Nataru 2025–2026

Economy

Optimalkan Keakuratan Data dan Iuran JKN, BPJS Kesehatan Rekonsiliasi Bersama Pemda

Economy

Inflasi Provinsi Maluku Melandai ke Level 0,75% (mtm) pada Januari 2026

Economy

Jelang Hari Raya Keagamaan, Komut PIS Kunker Ke Integrated  Terminal Wayame

Economy

HADIRI GERAKAN PANGAN MURAH DI TIAL, WAGUB PASTIKAN STOK KEBUTUHAN POKOK TERSEDIA SAMPAI LEBARAN

Economy

Kunjungan Wamenkumham ke Negeri Rutong, Pengakuan Negeri Adat dan Dorongan Keadilan Anggaran untuk Provinsi Kepulauan

Economy

Kemenhub RI Kembali Tetapkan Bandara Pattimura Ambon Berstatus Internasional 

Economy

Dorong Indonesia Emas 2045, Pertamina Berikan Beasiswa untuk 520 Mahasiswa Hingga Ke Papua